ANALISIS PERBEDAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE ANTARA DAERAH ENDEMIS DAN DAERAH SPORADIS

Laily Khairiyati, Rudi Fakhriadi

Sari


Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) merupakan salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama negara yang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan indeks jentik dan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di daerah endemis dan daerah sporadis DBD di Kota Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,088) dan di daerah sporadis (p-value = 1,000). Tidak ada hubungan antara sikap pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga daerah endemis (p-value = 0,271). Tidak ada hubungan antara tindakan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,710) dan (p-value = 0,230) di daerah sporadis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang yang baik akan mencegah terjadinya DBD pada individu/keluarga.

Kata Kunci


Demam berdarah dengue, endemis, sporadis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Gafur A, Jastam MS. Faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Batua Kota Makassar Tahun 2015. Al-Sihah. 2015; 7(1): 50-62.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta; 2016.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Demam Berdarah Dengue. Jakarta; 2017.

Noni, Hargono A. Hubungan perilaku PSN dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Pelabuhan Pulang Pisau. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2017; 5(1): 1-7.

Dinas Kesehatan Kota Banjabaru. Profil Kesehatan Kota Banjarbaru Tahun 2015. Banjarbaru: Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru; 2015.

Puskesmas Guntung Payung. Laporan P2M Kota Banjarbaru pada bulan Maret – Juni tahun 2015. Banjarbaru; 2015.

Irianty H, Agustina N, Safitri AP. Hubungan sikap dan upaya pencegahan ibu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2017; 4(2): 44-8.

Sugiarti ND. Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di daerah endemis dan sporadis (studi di wilayah Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri) [skripsi]. Surabaya: Universitas Airlangga; 2016.

Sari IP, Adrial, Nofita E. Hubungan kepadatan larva Demam Berdarah Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2017; 6(1): 41-8.

Fakhriadi R. Setyaningrum R, Yulidasari F. Faktor risiko penyakit Dengue Hemmorrhargic Fever (DHF) di Kecamatan Guntung Payung Kota Banjarbaru [laporan penelitian]. Banjarbaru: Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat; 2011.

Tarmizi A. Analisis faktor risiko kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan [karya tulis ilmiah]. Banjarbaru: Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat; 2015.

Azrul Z. Pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat desa Laladon Kabupaten Bogor terhadap masalah vektor dan penyakit Demam Berdarah Dengue [skripsi]. Bogor: Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor; 2013.

Septianto A. Hubungan antara praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di RW 07 Kelurahan Gunungpati Kota Semarang [skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2014.

Aryati IKC, Sali IW, Aryasih IGAM. Hubungan pengetahuan sikap dan tindakan masyarakat dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2014; 4(2): 118-23.

Dina M. Gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan menganai DBD pada keluarga di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2009 [skripsi]. Sumatera Utara : Universitas Sumatera Utara; 2009.

Abidin MZ. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti (studi observasional di wilayah kerja Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut) [skripsi]. Banjarbaru: Progam Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat; 2018.

Notoatmodjo S. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Husna RN, Wahyuningsih NE, Dharminto. Hubungan perilaku 3M plus dengan kejadian Demam Berdarah (DBD) di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016; 4(5): 173-5.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v5i1.5940

Article Metrics

Sari view : 38 times
PDF - 37 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats