Baby Massage terhadap Frekuensi Buang Air Besar pada Balita dengan Diare

Happy Marthalena Simanungkalit, Siska Siska

Abstract


Di Indonesia tahun 2017 perkiraan diare di fasilitas kesehatan 6.897.463. Insiden diare balita di Indonesia adalah 6,7 persen. Karakteristik diare balita terjadi pada kelompok umur 12-23 bulan, berdasarkan karakteristik penduduk, kelompok umur balita adalah kelompok paling tinggi menderita diare.Tujuan penelitian ini diketahuinya efektifitas Baby Massage terhadap frekuensi buang air besar balita usia 1-5 dengan diare di RSUD dr. Murjani Sampit. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Exsperiment dengan metode two group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 24 balita, terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi atau pengamatan. Bahan yang digunakan adalah nutrimoist oil untuk pemijatan. Hasil penelitian adanya perbedaan antara frekuensi diare antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol nilai p-value=0,000 < nilai α=0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan. Rata-rata penurunan frekuensi buang air besar pada kelompok intervensi adalah 2,00 dengan standar deviasi 0,739, dan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata penurunan frekuensi BAB 4,42 dengan standar deviasi 1,240. Kesimpulan ada perbedaan rata-rata frekuensi diare yang signifikan pada balita antara kelompok intervensi yang diberikan Baby Massage dengan kelompok kontrol tidak diberikan Baby Massage


Keywords


Baby massage; balita usia 1-5 tahun; diare

References


Kementerian Kesehatan Indonesia. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. 2017. ProfilKesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur. 2017. Profil Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2017.

Medical recod RSUD dr. Murjani Sampit diperoleh tanggal 16 November 2018.

Hapsari D M. 2017. Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Frekuensi Buang Air Besar pada Anak Usia 6-24 Bulan dengan Diare di SMC RS Telogorejo. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2017; 9(1): 27-33.

Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Cahyaningrum D. 2015. Studi tentang Diare dan Faktor Resikonya pada Balita Umur 1-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Sleman [skripsi]. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2016.

Irianty H. 2018. Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare pada Balita. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018; 8(1): 1-10.

Pertiwi L, Nugraha DP, Inayah. Gambaran Farmakoterapi Diare Akut pada Anak di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekan Baru. JOM FK. 2017; 4(1): 1-18.

Roesli U. 2013. Pedoman Pijat Bayi. Edisi Revisi. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2013.

Novianti WS. Pengaruh Terapi Pijat Bayi dalam Penurunan Frekuensi BAB dan Tingkat Dehidrasi pada Anak Usia 0-2 Tahun dengan Diare di RSUD Cibarat Cimahi [naskah publikasi. Cimahi: Stikes Jenderal A. Yani Cimahi; 2012.

Isuari YN. 2014. Pengaruh pijat bayi sebagai terapi komplementer terhadap derajat dehidrasi pada bayi dengan diare akut usia 6-24 bulan. Coping. 2014; 2(2).




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbk.v5i2.7025

Article Metrics

Abstract view : 7234 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 10514 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

        

       

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

joomla
visitors View My Stats