Menyiapkan Siswa Dalam Menyelesaikan Berbagai Permasalahan Fisika Guna Mencapai Generasi Emas Indonesia Melalui Physics Competition (PHYSTON)
Sri Hartini, Misbah Misbah, Zainuddin Zainuddin, M Arifuddin, Sarah Miriam, Saiyidah Mahtari, Dewi Dewantara
Abstract
Jika dimulai saat ini, siswa yang sedang menempuh pendidikan pada 2016/2017 yang pada saat nanti tahun 2045 berusia 30 hingga 40 tahun yang disebut mencapai usia produktif, generasi emas. Pada tahun 2045, dari berbagai sumber dikatakan memiliki “bonus” demografi yang terus berlanjut dan akan berkontribusi atau sebaliknya berbencana pada berbagai sektor. Momen mengubah bangsa ini menjadi kaya, produktif dan daya saing besar, kuat, serta indah potensi dan prospeknya dapat dilakukan melalui pendidikan. Salah satu cara untuk membentuk siswa yang kreatif, kompetitif, sprotif dan bertangggung jawab adalah melalui perlombaan. Physics Competition (Physton) merupakan perlombaan di bidang Fisika dengan sasaran pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan dari kegiatan physton ini meningkatkan semangat belajar fisika siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap permasalahan dan konsep fisika yang tertuang dalam bentuk soal-soal hitungan, konsep, dan praktikum/percobaan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya siswa yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan fisika guna mencapai generasi emas Indonesia.
Dongoran. Faisal, R. (2014). Paradigma Membangun Generasi Emas 2045 dalam Perspektif Filsafat Pendidikan. JURNAL TABULARASA PPS UNIMED.11 (1): 61-76.
Kemendikbud. (2012). Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012.Diakses melalui http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/02/08581069/Kemdikbud.Gelar.Upacara.Peringati.Hardiknas.
Kemendikbud. (2016). Indonesia raih medali emas dan perak di Olimpiade Fisika Internasional. Diakses melalui: https://www.kemdikbud.go.id/.../2016/.../indonesia-raih-medali- emas-dan-perak-di-olimpiade-fisika-internasional.
Khaeruddin., Nurhayati., & Rahmayanti. (2009). Peranan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pada siswa SMA Negeri 1 Anggeraja Kabupaten Enrekang. JSPF. 9. 43-50. Tersedia pada http://digilib.unm.ac.id.
Mungin, E.W, (2012). Menyiapkan Bangkitnya Gnerasi Emas. Diakses melalui http://bk-fkip.umk.ac.id/2012/09/menyiapkan-bangkitnya-generasi-emas.html.
Prasetyo, Zuhdan K. (2014). Generasi Emas 2045 sebagai Fondasi Mewujudkan Siklus Peradaban Bangsa Melalui Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Kurikulum 2013 di Universitas Tanjungpura Pontianak,16 April 2014
Polya, George, (1985), How To Solve It. 2nd ed Princeton University Press, New Jersey
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2013). Diakses melalui http://pendis.kemenag.go.id/pai/file/dokumen/05.A.SalinanPermendikbudNo.54tahun2013ttgSKL.pdf
Santyasa, I W. (2004). Model problem solving dan reasoning sebagai alternatif pembelajaran inovatif. Makalah. Disajikan dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) V, tanggal 5-9 Oktober 2004, di Surabaya.