Penerapan Model Generatif Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Mengatasi Hasil Belajar dan Miskonsepsi Siswa
Abstract
Rendahnya hasil belajar siswa serta tingginya persentase siswa yang tidak tahu konsep dan miskonsepsi dalam proses pembelajaran di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin, melatarbelakangi penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar sdan miskonsepsi siswa melalui model pembelajaran generatif. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan rencana pembelajaran, (2) hasil belajar siswa, (3) miskonsepsi siswa melalui model pembelajaran generative. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui tes, dan observasi. Data dianalisis secara deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I berkategori baik dan siklus II berkategori sangat baik, (2) Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 33,33% dan siklus II sebesar 72,22%, (3) miskonsepsi mengalami pengurangan setiap siklusnya untuk semua butir soal. Diperoleh simpulan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin meningkat dan miskonsepsi siswa berkurang setelah diterapkan model pembelajaran generatif.
The lack of student learning outcomes the high percentage of students that do not know the concepts and misconceptions in the process of teaching and learning in class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin, then research are conducted which aims to describe how to improve student learning outcomes of generative learning models. The aims are to describe how to improve learning outcomes of generative learning models. The specific objectives of this study are to describe: (1) the implementation of the lesson plan, (2) learning outcomes, (3) misconceptions through generative learning models. This research is a classroom action research model Kemmis and Mc Taggart consisting of two cycles and each cycle consists of two meetings. Data obtained through tests, and observations. Data were analyzed descriptively qualitative and quantitative. The instruments used in this study are the implementation lesson plan sheet and test for learning outcomes. The results showed: (1) the implementation of the lesson plan of the cycle I learned in good category and the second cycle in the very good category, (2) The students' learning achievement classically in cycle I was 33.33% (unfinished) and second cycle is 72,22%, (3) misconception experienced a reduced each cycle for all items. The conclusion is that the learning outcomes of students of grade VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin increased and student misconceptions are reduced after applied generative learning model.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ali, M. (2018). Pengembangan Modul Fisika Berbasis Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) Pada Materi Kalor dan Perpindahan. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 6(2), 247–263.
Ariani, W., Zainuddin, Z., & Wati, M. (2016). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Generatif Learning (Gl) Pada Materi Ajar Wujud Zat Dan Perubahannya. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 3(2), 158–171.
Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara.
Firmansyah, J. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Generatif untuk Mengurangi Miskonsepsi pada Materi Gerak Melingkar. Serambi Akademica, 4(1).
Firstananda, E., & Sugiyono, S. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Materi Lingkaran Dengan Pendekatan Guided Discovery Untuk Siswa Kelas VIII SMP. Universitas Negeri Yogyakarta.
Fitriani, F., Jamal, M. A., & Wati, M. (2016). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Generatif Learning Dengan Pendekatan Kontekstual. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 1(1), 67–83.
Hidayat, M. (2011). Mengatasi miskonsepsi pada mata pelajaran fisika. Jurnal Sains Dan Matematika, 3(1).
Hono, A. S., Yuanita, L., & Suyono, S. (2017). Penerapan Model Learning Cycle 7E Untuk Memprevensi Terjadinya Miskonsepsi Siswa Pada Konsep Reaksi Redoks. JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains), 3(2), 354–360.
Irwandani, I. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Pokok Bahasan Bunyi Peserta Didik MTs Al-Hikmah Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 165–177.
Lestari, A., & Sirait, J. (2016). Penerapan Model Generatif Berbantuan Media Pictorial Riddle Untuk Meremediasi Miskonsepsi Siswa Di SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2).
Maria, S., & Tiur, H. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Generatif untuk Meremediasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Getaran di SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Untan, 5(12).
Morgan, R. E., & Berthon, P. (2008). Market orientation, generative learning, innovation strategy and business performance inter‐relationships in bioscience firms. Journal of Management Studies, 45(8), 1329–1353.
Nurkhayani, S., Zainuddin, Z., & Annur, S. (2013). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 31 Banjarmasin Pada Pokok Bahasan Getaran Dan Gelombang Melalui Penerapan Pembelajaran Generatif. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 1(2), 137–151.
Primayoga, G., Zainuddin, Z., & Suyidno, S. (2013). Implementasi Model Generative Learning untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika Pada Materi Ajar Dinamika Partikel. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 1(3), 271–277.
Puspita, R., Siliton, H. T. M., & Oktavianty, E. (2018). Remediasi Miskonsepsi Peserta Didik Model Generatif Berbantuan LKPD Pada Tekanan Untuk SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(7).
Rosdianto, H. (2017). Pengaruh Model Generative Learning Terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa Pada Materi Hukum Newton. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK), 3(2), 66–69.
Suparno, P. (2013). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: PT.Grasindo.
Suprihatiningrum, J. (2013). Strategi Pembelajaran Teori & Aplikasi. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
susanto, A. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Wena, M. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Wulandari, I. G. A. A., Dantes, N., Tika, I. N., & Si, M. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Terhadap Minat Dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SD (Studi Kasus Di Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara). Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1).
Zainuddin, Z., & Suriasa, S. (2005). Strategi Belajar Mengajar Fisika. Banjarmasin: FKIP UNLAM. Tidak Dipublikasikan.
Zuhri, M. S. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning) menggunakan Phet Simulation untuk Menurunkan Miskonsepsi Siswa Kelas XI pada Materi Fluida Statis di SMAN Kesamben Jombang. Inovasi Pendidikan Fisika, 3(3).
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bipf.v6i3.5289
Article Metrics
Abstract view : 1648 timesPDF - 2448 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by:
The journal has been listed in:
Statistics Counter
1. From August 10, 2016 to present (broken code but the stats is still working)
2. From December 28, 2018 to present (updated stats)
Berkala Ilmiah Pendidikan fisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License














