Hasil observasi pada kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga secara tidak langsung mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut melatar belakangi penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin dengan penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan pemantulan cahaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Hopkins. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-I yang terdiri dari 32 siswa.Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi, angket, dan dokumentasi.Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 93,75% (terlaksana sangat baik), pada siklus II sebesar 91,25% (terlaksana sangat baik) dan pada siklus III sebesar 94,79% (terlaksana sangat baik), (2) aktivitas belajar siswa yaitu pada siklus I secara umum tergolong cukup aktif, siklus II tergolong aktif, dan pada siklus III tergolong sangat aktif, (3) ketuntasan hasil belajar yaitu pada siklus I sebesar 59,38% (belum tuntas), siklus II sebesar 78,13% (belum tuntas) dan pada siklus III ketuntasan mencapai 87,50% (tuntas), dan (4) respon positif siswa dalam hal Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction selama proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan pemantulan cahaya.
Keywords
model pembelajaran penemuan terbimbing; aktivitas; hasil belajar; pemantulan cahaya
Balim, A.G. (2009). The Effects of Discovery Learning on Students’ Success and Inquiry Learning Skills.Jurnal. Turki: University Faculty of Education. Diakses melalui blog [email protected]
Dahar, R.W. (2006). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran.Bandung: Erlangga.
Depdiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republk Indonesia Nomor 41 Tahun 2007.Departemen Pendidikan Nasional
Hakim. (2011). Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir. Diakses melalui http://1yhakim.blogger.compada tanggal 19 Februari 2012.
Ilmi. (2010). Prinsip-Prinsip Pembelajaran. Diakses melalui http://dheywui.wordpress.compada tanggal 19 Februari 2012.
Markaban. 2006. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional.diakses melalui http://markaban.blogger.com pada tanggal 21 Februari 2012.
Munirah, A. (2011). Komparasi Hasil Belajar Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing dan Metode Ekspositori Siswa Kelas VI SD Inpres 6/75 TA Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.Jurnal. Bone: SD Inpres 6/75 Ta Kecamatan Tanete Riattang. Diakses melalui http://jurnal.Arupalakka.com pada tanggal 10 Oktober 2012.
Ratumanan, T.G. & Laurens, T. (2003). Evaluasi Hasil Belajar. Yayasan Pengkajian Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur dan UNESA, Surabaya.
Suryosubroto, B. (2009).Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Wiriaatmadja, R. (2010). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.