Peranan kelekatan pada jamban terhadap pembentukan identitas masyarakat pinggiran sungai di Kelurahan Kuin Selatan Kota Banjarmasin

Rizky Amalia Jannati(1*),Hemy Heryati Anward(2),Neka Erlyani(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v2i3.1930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peranan kelekatan terhadap jamban pada pembentukan identitas masyarakat pinggiran sungai. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 orang terdiri dari 20 orang subjek berjenis kelamin perempuan dan 20 orang subjek laki-laki. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan metode purposive sampling, yakni pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Penelitian kuantitatif ini dilaksukan dengan cara membagi kuisioner penelitian kepada subjek yang menggunakan jamban, serta bertempat tinggal di sepanjang pinggiran sungai Kelurahan Kuin Selatan RT 17 dan RT 18. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peranan kelekatan pada jamban sebesar 60,6% terhadap pembentukan identitas masyarakat pinggiran sungai di Kelurahan Kuin Selatan Kota Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan ada peranan kelekatan terhadap jamban pada pembentukan identitas masyarakat pinggiran sungai di Kelurahan Kuin Selatan Kota Banjarmasin.

 

Kata Kunci: kelekatan tempat, proses identitas, jamban, pinggiran sungai

  

Insanitary toilets by the river which are commonly used by riverside community have always been the task of the government as the policy maker in an effort to improve the quality of people’s lives, especially the citizens of Banjarmasin. The purpose of this study was to find out if there was a role of attachment to toilet towards the identity formation of riverside community. The hypothesis proposed in this study was that there was a role of the attachment to toilet towards the identity formation of riverside community in Kuin Selatan Urban Village of Banjarmasin City. The samples in this study were 40 people, selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire, consisting of identity formation scale and attachment to toilet scale. The result of this study is there was a role of attachment to the toilet towards the identity formation with the effective contribution of 60.6%. It can be concluded that there was a role of attachment to toilet towards the identity formation of riverside community in Kuin Selatan Urban Village of Banjarmasin City.

 

Keywords: place attachment, identity formation, toilet, riverside

Keywords


kelekatan tempat; proses identitas; jamban; pinggiran sungai

References


Anward, H. H. (2003). Kelekatan Transmigran Jawa Pada Area Transmigrasi di Palingkau (Kalimantan Tengah), Rawa Muning, dan Sepagar (Kalimantan Selatan). Disertasi (Tidak Dipublikasikan). Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Bernardo, F. & Palma, J. M. (2005). Place Change and Identity Processes. Medio Ambiente y Comportamiento Humano Journal, 6(1), 71-87. Diakses Pada 21 September 2014, dari http://mach.webs.ull.es/PDFS/Vol6_1/VOL_6_1_f.pdf

Chow, K, & Healey, M. (2008). Place Attachment & Place Identity: First-year Undergraduates Making The Transition from Home to University. Journal Of Environmental Psychology, 28, 362–372. Diakses Pada 15 Oktober 2014, dari https://uhra.herts.ac.uk/bitstream/handle/2299/2849/902992.pdf

Diela, T. (2013). Indonesia, Negara dengan Sanitasi Terburuk Kedua di Dunia. Diakses Pada 21 Agustus 2014, dari http://properti.kompas.com/read/2013/10/31/1209048/Indonesia.Negara.dengan.Sanitasi.Terburuk.Kedua.di.Dunia.

Halim, DK. (2008). Psikologi Lingkungan Perkotaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hernandez, B., Hidalgo. M. C., Laplace, E. S., & Hess, S. 2007. Place Attachment and Place Identity in Natives and Non-Natives. Journal of Environmental Psychology, 27, 310-319. Diakses Pada 20 Agustus 2014, dari http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0272494407000515.

Lalli, M. (1992). Urban-Related Identity: Theory, Measurement, and Empirical Findings. Journal of Environmental Psychology, 12, 285-303. Diakses Pada 21 Agustus 2014, dari http:// http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0272494405800787.

Mubarak, W. Q, & Chayatin, N. (2009). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.

Scannell, L., & Gifford, R. (2010). Defining Place Attachment: A Tripartite Organizing Framework. Journal of Environmental Psychology, 30, 1–10, Diakses Pada 30 Agustus 2014, dari http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0272494409000620.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Twigger-Ross. C. L., & Uzzell. D. L. (1996). Place and Identity Processes. Journal of Environmental Psychology, 16, 205-220. Diakses Pada 26 Juni 2014, dari http://wsl.ch/.../07-1_Twigger-Ross_Uzzell.pdf.

Ujang, N. (2010). Place Attachment and Continuity of Urban Place Identity. Asian Journal of Environment-Behaviour Studies, 5, 61-76. Diakses Pada 26 September 2010, dari http://fspu.uitm.edu.my/cebs/.../ajebs12may2010c5.pdf.


Article Statistic

Abstract view : 451 times
PDF views : 598 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 12 October 2016
Published : 12 October 2016

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Rizky Amalia Jannati, Hemy Heryati Anward, Neka Erlyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.