Perilaku Pro-Lingkungan Aktivis di Lereng Merapi: Studi Fenomenologi
Abstract
Kerusakan lingkungan akibat letusan Gunung Merapi berdampak signifikan bagi masyarakat di sekitarnya, termasuk Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Meskipun telah banyak upaya pemulihan yang dilakukan, peran aktivis lingkungan menjadi krusial dalam memitigasi dan memulihkan kerusakan lingkungan secara berkelanjutan. Namun, penelitian mengenai perilaku pro-lingkungan para aktivis di daerah rawan bencana, khususnya di lereng Merapi, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku pro-lingkungan para aktivis di Desa Balerante dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan observasi dan wawancara, serta teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui pengkodean, identifikasi tema utama, dan interpretasi. Subjek penelitian terdiri atas lima orang yang berperan penting dalam gerakan lingkungan, yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua RW, anggota komunitas relawan, dan pelaku usaha ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pro-lingkungan para aktivis yang didasarkan pada Value-Belief-Norm (VBN) Theory dilakukan melalui empat pendekatan utama: advokasi kebijakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, pengelolaan ekowisata berkelanjutan untuk mendukung konservasi dan ekonomi lokal, pelestarian budaya lokal "Merti Deso" sebagai bentuk rasa syukur dan kesadaran kolektif, serta program penghijauan "Merapi Hijau Kembali" untuk memulihkan ekosistem pasca-erupsi. Upaya ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi eksploitasi sumber daya alam. Secara psikologis, perilaku tersebut berkontribusi pada pemulihan stres pasca bencana, memperkuat identitas sosial, mempererat solidaritas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan rawan bencana.
Kata kunci: aktivis lingkungan, lereng Merapi, perilaku pro-lingkungan
Keywords
References
Abidin, S. Z. (2012). Kebijakan Publlik (2nd ed.). Jakarta : Salemba Humanika.
Ahmadi, R., Surbakti, A., Jalmo, T. (2018). Hubungan Pengetahuan Lingkungan Hidup dengan
Sikap Peduli Lingkungan Hidup. Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Lampung.
Arief K. Syaifulloh. (2021). Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Penambangan Pasir
Merapi di Klaten. Jurnal Penegakan Hukum Dan Keadilan, 2(2), 147–161.
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of
Planners, 35(4), 216–224.
Berger, P. L. , & L. T. (1966). he social construction of reality: A treatise in the sociology of
knowledge. Anchor Books.
Brotopuspito, K. S., Suratman, Pramumijoyo, S., Hadmoko, D. S., Harijoko, A., & Suyanto,
W. (2011). Kajian multi bahaya, kerentanan, risiko, desain tata ruang kawasan rawan
bencana Merapi dan implementasinya dalam peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan
masyarakat terhadap bahaya gunungapi. Laporan penelitian. Hibah Penelitian Strategis
Nasional, Universitas Gadjah Mada.
Brouns, L. E. (2019). VBN THEORY REVISED An exploratory study on the interplay of
individual and collective factors in explaining sustainable behaviour.
Brundtland, G. H. (1987). Our common future: Report of the World Commission on
Environment and Development. Oxford University Press.
Chazdon, R. L. (2008). Beyond deforestation: Restoring forests and ecosystem services on
degraded lands. Science, 320(5882), 1458–1460.
Cohen, S. (2001). Advocacy for the environment: Strategies for community involvement.
Journal of Environmental Planning and Management, 44(5), 641–653.
Dryzek, J. S. (1997). The politics of the Earth: Environmental discourses. Oxford University
Press.
Geertz, C. (1980). Negara: The theater state in nineteenth-century Bali. Princeton University
Press.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health Behavior and Health Education:
Theory, Research, and Practice. Jossey-Bass.
Harmuningsih, D., & Saleky, S. R. J. (2019). Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Generasi Muda
Tentang Perubahan Iklim dan Pengaruhnya Terhadap Niat Perilaku Pro-Lingkungan.
SPECTA Journal of Technology, 1(3), 27–36. https://doi.org/10.35718/specta.v1i3.84
Hasanah, H. (2017). TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode
Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21-46.
https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
Helaluddin, H. (2018). Mengenal Lebih Dekat dengan Pendekatan Fenomenologi: Sebuah
Penelitian Kualitatif. https://www.researchgate.net/publication/323600431
Honey, M. (2008). Ecotourism and sustainable development: Who owns paradise? Island
Press.
Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the Gap: Why do people act environmentally and
what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research,
(3), 239–260. https://doi.org/10.1080/13504620220145401
Lavigne, F., Thouret, J. C., Voight, B., Young, K., & Komorowski, J. C. (2008). Environmental
hazards and community resilience in volcanic areas: Insights from Mount Sinabung and
Mount Merapi. Environmental Hazards, 7(4), 387–401.
Leonidou, L. C., Leonidou, C. N., & Kvasova, O. (2010). Antecedents and outcomes of
consumer environmentally friendly attitudes and behaviour. Journal of Marketing
Management, 26(13–14), 1319–1344. https://doi.org/10.1080/0267257X.2010.523710
Lu, H., Zhang, W., Diao, B., Liu, Y., Chen, H., Long, R., & Cai, S. (2021). The progress and
trend of pro-environmental behavior research: A bibliometrics-based visualization
analysis. Current Psychology. https://doi.org/10.1007/s12144-021-01809-1
Makhali, M. N., & Widjanarko, D. M. (2023). Perilaku Pro Lingkungan Petani Kopi di
Kawasan Pegunungan Muria Pro-environmental Behavior among Coffee Farmers in
Muria Mountains Area. Jurnal Ecopsy, 10(1), 2354–7634.
https://doi.org/10.20527/ecopsy.2023.02.001
Mardiatno, D. , P. S. , & K. D. (2014). Local wisdom for disaster risk reduction: Case study of
Sedekah Bumi in Merapi Volcano area. International Journal of Disaster Risk Reduction,
, 46–55.
Marendra., G. (2014). Kapasitas Kelembagaan dan Kearifan Lokal dalam Antisipasi
Penanggulangan Bencana Merapi Tahun 2010 di Kabupaten Klaten (Studi Kasus di Desa
Balerante, Kecamatan Kemalang). Jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas
Diponegoro Jln. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50239.
Marhaento, H., & Kurnia, A. N. (2015). REFLEKSI 5 TAHUN PASKA ERUPSI GUNUNG
MERAPI 2010: MENAKSIR KERUGIAN EKOLOGIS DI KAWASAN TAMAN
NASIONAL GUNUNG MERAPI. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning,
(2). https://doi.org/10.14710/geoplanning.2.2.69-81
Paul Hawken (2007). Blessed Unrest: How the Largest Movement in the World Came into
Being and Why No One Saw It Coming. Viking Press. ISBN 978-0-670-03852-7
Rahman, D. R. (2023). Peran Kebudayaan Dalam Pembentukan Kesadaran Sosial dan
Lingkungan. JUPSI, 1(1), 41–48.
Salsabil, R., Bagus Wibowo, R., Rahayu, R. (2024) Kerusakan Ekosistem Akibat Penambangan
Pasir Di Kawasan Gunung Merapi Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jurnal Ekologi,
Masyarakat dan Sains, 5(1), 122-29. https://doi.org/10.55448/ems
Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism
Management, 20(2), 245–249.
Schultz, P. W. (2000). Empathizing With Nature : The Effects of Perspective Taking on
Concern for Environmental Issues, 56(3), 391–406.
Smith, J. A.., Flowers, Paul., & Larkin, Michael. (2013). Interpretative phenomenological
analysis.
Sodiq, A. M., & Widjanarko, M. (2023). Perilaku Prolingkungan di Kawasan Wisata Religi
Sunan Muria. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 8(2), 50–56.
https://doi.org/10.33084/mitl.v8i2.5061
Steg, L., & Vlek, C. (2009). Encouraging pro-environmental behaviour : An integrative review
and research agenda. Journal of Environmental Psychology, 29(3), 309–317.
https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2008.10.004
Stern, P. C., Dietz, T., Abel, T. D., Guagnano, G., & Kalof, L. (n.d.). A Value-Belief-Norm
Theory of Support for Social Movements: The Case of Environmentalism Recommended
Citation. https://cedar.wwu.edu/hcop_facpubs
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
van der Werff, E., Steg, L., & Ruepert, A. (2021). My company is green, so am I: the
relationship between perceived environmental responsibility of organisations and
government, environmental self-identity, and pro-environmental behaviours. Energy
Efficiency, 14(5). https://doi.org/10.1007/s12053-021-09958-9
Wood, R. , & B. A. (1989). Social cognitive theory of organizational management. Academy of
Management Review, 14(3), 361–384.
Yudhistira, Y., Hidayat, W. K., & Hadiyarto, A. (2012). Kajian Dampak Kerusakan
Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir Di Desa Keningar Daerah Kawasan
Gunung Merapi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(2), 76-84. https://doi.org/10.14710/jil.9.2.76-
Article Statistic
Abstract view : 474 timesPDF (Bahasa Indonesia) views : 596 times
Dimensions Metrics
Article History
Submited : 4 January 2025Published : 30 April 2025
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Yayan Eka Putri, Triyono Triyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

