Regulasi dalam belajar pada santri "Mutazawiz" di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra, Cindai Alus, Martapura, Kalimantan Selatan
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku melanggar aturan dan bagaimana regulasi dalam belajar yang dilakukan oleh santri “Mutazawis” di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan berupa studi kasus.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada tiga subjek.Tehnik penggalian data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan santri “Mutazawis” yaitu tidak melaksanakan tugas piket, makan minum sambil berdiri, tidur setelah sholat subuh, tidak sholat kemesjid, memalak maknan santri lain, membaca majalah dan komik yang berbau mistik atau pornografi, membawa HP, berpacaran, berkelahi, menghakimi diluar prosedur pondok, merokok, kabur ketempat-tempat hiburan (warnet, rental playstation, diskotik), melawan ustadz, tidak mau menerima sanksi, meminum obat-obatan dan minuman keras.Santri “Mutazawis” yang memiliki regulasi dalam belajar yang tinggi akan memiliki strategi belajar, mampu mengatur konsentrasi, menjaga pendidikannya, memiliki persepsi positif terhadap keadaan. Memiliki motivasi intrinsik, perasaan positif, kesiapan dan keinginan untuk menguasai seluruh keterampilan dan ilmu di pondok pesantren.Mampu mengelola waktu dan tempat belajar, meregulasi usaha, dan mencari bantuan ketika kesulitan belajar.Sebaliknya bagi santri “Mutazawis” yang tidak dapat melakukan regulasi dalam belajarnya. Regulasi dalam belajar santri “Mutazawis” dapat berubah ketika mendekati ujian yaitu dengan merancang strategi belajar, mengatur konsentrasi belajar, mengelola waktu belajar, dan meregulasi usaha belajar dengan baik.
Kata Kunci: Regulasi Dalam Belajar, Santri “Mutazzawis”, Pondok Pesantren.
ABSTRACT
The purpose of this study was to find out the patterns of behaviorsviolating rules and howregulation in learning was followed by “Mutazawis” male students in Islamic Boarding School Darul Hijrah Putra. The design of this study was a qualitative studydesign with a case study approach. The samples were gathered using purposive sampling on three subjects. The techniques of collecting data were through interviews, observation, and documentation. From the results of the study, it was found out that there were violations committed by “Mutazawis” male students, such as not conducting the scheduled duties to clean rooms, eating and drinking while standing, sleeping after morning prayers, not praying at the mosque, asking forcibly for other student’s food, reading musical or pornographic magazine and comic, bringing handphone, dating, fighting, judging something beyond the boarding’s procedures, smoking, escaping to entertainment places (cafe, playstation rental, discotheque), contending clerics, not accepting the sanctions, and taking drugs and liquor. “Mutazawis” male students which had higher regulation in learning would have a learning strategy, be capable of adjusting the concentration, maintain education, and have a positive perception of any situation. They would also have intrinsic motivation, positive thinking, readiness and desire to control the entire skills and knowledge in the boarding school. They would be able to manage time and place for learning, regulate learning efforts, and seek for help when facing learning difficulties. Regulation in learning in “Mutazawis” male students could change when approaching the exam time by well devising strategies to learn, adjusting the concentration,managing the learning time, and regulating learning efforts.
Keywords: Regulation in learning, “Mutazawis” male students, Islamic boarding school.
Keywords
References
Bandy, T. & Moore, K. 2010. Assessing Self-Regulation: A Guide For Out-Of-School Time Program Practitioners. Journal of Washington, D. C: ChildTrends. Diakses pada tanggal 16 oktober 2015 dari http://www.childtrends.org/wpcontent/uploads/2010/10/Child_Trends2010_10_05_RB_AssesSelfReg.pdf
Darajad. Z. 2012. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Gerard, E., Annemare, C., & Nan, B. 2013 Self-Regulated Learning: Key strategies and their sources in a sample of adolescent males. Australian Journal of Educational & Developmental Psychology.Vol 13, 2013, pp. 58-74. Diakses tanggal 20 Desember 2015 dari http://www98.griffith.edu.au/dspace/bitstream/handle/10072/70168/103131_1.pdf?sequence=1
Hagger, M. and Wood, C. and Stiff, C. and Chatzisarantis, N. 2010. Self-regulation and self-control in exercise: The strength-energy model. Journal ofInternational Review of Sport & Exercise Psychology.Diakses pada tanggal 17 oktober 2015 dari http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.465.239&rep=rep1&type=pdf
Montalvo, F. T. & Torres, M. C. 2004. Self-regulated Learning : Curremt and Future Direction. Electronic Journal of Research in Educational Psychology 2 (1) (1-34) ISSN: 1696-2005. Departement of Education Universidad de Nevara diakses pada tanggal 13 Oktober 2015 darihttp://repositorio.ual.es:8080/jspui/bitstream/10835/671/1/Art_3_27_eng.pdf
Ormrod, J. E. 2009. Psikologi Pendidikan. Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang.Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Pusat Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Darul Hijrah putra. 2015. Peraturan-peraturan di pondok pesantren. Cindai alus, Martapura, Kalimantan selatan.
Rahmawati, A. 2015.Kepatuhan Santri Terhadap Aturan di Pondok Pesantren Modern.Jurnal Program magister Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses pada tanggal 5 november 2015 dari http://eprints.ums.ac.id/33929/1/02.%20Naskah%20Publikasi.pdf
Saryono.2011. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sugiyono. 2009. Metode penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Suyono. 2012. Peranan Pondok Pesantren Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja. Jurnal Pendidikan Sejarah, Universitas Sebelas Maret. Diakses tanggal 5 november 2015 dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article=151703&val=4059
Winne, P. H. 1997. Experimenting to bootstrap Self-regulated Learning.Journal of Education Psychology vol.89 No. 3 (397-410). Diakses tanggal 13 Oktober 2015 dari ftp://196.21.45.45/users/DMS/CITI/New PHd folder/PHd PDF's/bootstrapping.pdf
Zariah, A. 2013.Pembelajaran Regulasi Diri Pada Santri di Pondok Pesantren Modern. Naskah Publikasi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. diakses tanggal 13 Oktober 2015 dari http://eprints.ums.ac.id/26704/12/02._NASKAH_PUBLIKASI.pdf
Zimmerman, B. J. 1989. A Social View of Self-Regulated Academic Learning.Journal of Educational Psychology 1989, Vol. 81, No. 3, 329-339 diakses tanggal 13 Oktober 2015 dari http://anitacrawley.net/Articles/ZimmermanSocCog.pdf
Zimmerman, B., 1990, Self regulated learning and academic achievement An Overvie. (Journal of Education Psychology).hal 3-15 diakses tanggal 3 Desember 2015 dari http://itari.in/categories/ability_to_learn/self_regulated_learnin_g_and_academic_achievement_m.pdf
Article Statistic
Abstract view : 1209 timesDimensions Metrics
Article History
Submited : 27 January 2017Published : 13 August 2016
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Muhammad Luthfi Fernando, Dwi Nur Rachmah, Rooswita Santia Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

