Hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut

Eka Yulianti Septia Sukma Dewi(1*),Marina Dwi Mayangsari(2),Rahmi Fauzia(3)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(3) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v3i3.2664

Abstract

Penderita  kanker  stadium  lanjut  menghadapi  kesulitan  dalam  melawan  penyakit  kronis  yang  dideritanya,  sehingga dibutuhkan  adversity  quotient  tipe  climbers  agar  dapat  bertahan,  bangkit  dan  menyesuaikan  diri  dalam  menghadapi kesulitan (resiliensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker stadium lanjut yang melakukan kemoterapi di  RSUD  Ulin  Banjarmasin  ruang  Edelweis  berjumlah  60  orang  yang  diambil  menggunakan  teknik  accidental  sampling. Metode  pengumpulan  data  menggunakan  skala  adversity  quotient  dan  skala  resiliensi.  Berdasarkan  uji  korelasi  product moment Pearson diketahui bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula resiliensinya dan sebaliknya. Sumbangan  efektif  adversity  quotient  terhadap  resiliensi  sebesar  95,1%  sedangkan  sisanya  sebesar  4,9%  kemungkinan dipengaruhi  oleh variabel  lain  diluar  adversity  quotient  seperti  empati  dan  reaching  out.  Berdasarkan  hasil,  maka  dapat disimpulkan  bahwa  adversity  quotient  dan  resiliensi  pada  penderita  kanker  stadium  lanjut  di  Ruang  Edelweis  berada  di kategori tinggi.

Kata kunci: Adversity Quotient, Resiliensi, Penderita Kanker stadium lanjut, RSUD Ulin Banjarmasin

Patients with advanced-stage cancer face difficulties in the fight against chronic disease, so it takes adversity quotient type climber  to  survive,  rise  up  and  adapt  (resilience). Purpose  of  this  study  was  to  find  out  correlation  between  adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer. Samples were 60 patients with advanced-stage cancer who underwent  chemotherapy  in  Edelweis  room,  using  accidental  sampling  technique.  Data  were  collected  using  a  scale  of adversity quotient and a scale of resilience. Based on Pearson's product moment correlation test, it was found out that the higher adversity quotient, the higher resilience, and conversely. The effective contribution of adversity quotient to resilience was 95.1% while remaining 4.9% was likely influenced by other variables, such as empathy and reaching out. Based on the results,  it  can  be  concluded that  the adversity  quotient  and  resilience  in  patients  with  advanced-stage  cancer  in  Edelweis Room was in the high category.

Keywords: adversity quotient, resilience, patients with advanced-stage cancer, Ulin hospital Banjarmasin.

Keywords


Adversity Quotient, Resiliensi, Penderita Kanker stadium lanjut, RSUD Ulin Banjarmasin

References


Aulia, L., & Kelly, E. (2012). Resiliensi remaja ditinjau dari tipe temperamen dan adversity quotient (AQ) di SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jurnal Psikologi, 1(2). Diakses tanggal 14 September 2015, dari http://jurnal.yudharta.ac.id/wp=content/.../dan.p df

Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Campbell, K. (2014). Resilience and self-control among georgia southern students: A comparative study between ROTC students and non ROTC students. Student Research Papers. Diakses tanggal 26 Februari 2016, dari http/://digitalcommons.georgiasouthern.edu/cgi/ paperarticle/…/15.pdf

Dewi, F., & Melisa. (2010). Hubungan antara resiliensi dengan depresi pada perempuan pasca pengangkatan payudara (mastektomi). Jurnal Psikologi, 2(2), 101-120.

Faridh, R. (2008). Hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja. Naskah Publikasi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. Diakses tanggal 1 November 2015, dari http://psychology.uii.co.id/naskah-publikasi/.../04320316.pdf

Julike, F. (2012). Hubungan antara efikasi diri dengan perilaku mencari pengobatan pada penderita kanker payudara di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(2), 138-144.

Karyanta, N., & Isyanta, B. (2014). Hubungan antara optimisme dengan adversity quotient pada mahasiswa program studi psikologi Fakultas Kedokteran UNS yang mengerjakan skripsi.

Jurnal Psikologi, 2(5), 154-167.

Oemiati, R., Rahajeng, E., & Kristanto, A. (2011). Prevalansi tumor dan beberapa faktor

mempengaruhinya di Indonesia. Bul Penelit Kesehat, 39(4), 190-204

Priyatno, D. (2010). Paham analisa statistik data dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom

Purnawan, G. (2015). Studi fenomenologi :Pengalaman hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Sanglah Denpasar. KMB, Maternitas, Anak dan Kritis, 2(1), 64-76.

Rahmah, A., & Widuri, E. (2011). Post traumatic growth pada penderita kanker payudara. Humanitas, 8(2), 114-128.

Rievich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor 7 essential skill for overcoming life’s inevitable obstacles. New York: Random House,Inc

Saragih, R. (2010). Peranan dukungan keluarga dan koping pasien dengan penyakit kanker terhadap pengobatan kemoterapi di RB 1 Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2010. Jurnal Keperawatan, 1(12), 1-10.

Srimulyani, V. (2013). Analisis pengaruh kecerdasan adversitas, internal locus of control, kematangan karir terhadap intensi berwirauaha pada mahasiswa bekerja. Widya Warta, 1(2), 96-110.

Stoltz, P. (2000). Adversity quotient : Mengubah hambatan menjadi peluang. Terjemahan oleh T. Hermaya. Jakarta : PT. Grasindo

Sugiyono. (2013). Metode peneliian pendidikan. Bandung: Alfabeta

Zaroni, R., Mohammadi, S., & Danesh, E. (2015). Comparing emotion regulation and anger control strategies in cancer and MS patients. GMP Review. 16, 463-571


Article Statistic

Abstract view : 2894 times
PDF views : 2730 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 27 January 2017
Published : 27 January 2017

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Eka Yulianti Septia Sukma Dewi, Marina Dwi Mayangsari, Rahmi Fauzia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.