Pengambilan keputusan pada remaja yang mengalami pengasuhan otoriter

Raihanal Miski(1*),Marty Mawarpury(2)
(1) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh
(2) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.v4i3.4297

Abstract

ABSTRAK

Kemampuan membuat keputusan penting bagi remaja mengingat usia ini masih labil dan rentan, namun pengasuhan otoriter dapat berdampak pada pola pengambilan keputusan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pengambilan keputusan remaja yang diasuh secara otoriter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jenis kasus tunggal, pada remaja berusia 17 tahun yang berdomisili di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengasuhan otoriter terhadap pengambilan keputusan subjek yang ditunjukkan dengan adanya tuntutan dan keterlibatan orangtua dalam proses pengambilan keputusan namun subjek tidak merasa terbebani berusaha memikirkan makna positif dari tuntutan yang diterima. Pengambilan keputusannya didasarkan pada proses evaluasi, penilaian dan penyaringan. Dua aspek dalam memutuskan terdiri atas isi dan tujuan dari keputusan yang akan diambil, yaitu apa yang dikehendaki telah dirumuskan dan adanya tujuan akhir yang harus dicapai. 

Kata kunci: Pengambilan keputusan, pola asuh otoriter, remaja

 

 

ABSTRACT

The ability to make decisions is important for teens considering this age is still unstable and vulnerable, but authoritarian parenting can have an impact on teenage decision making patterns. This study aims to determine the dynamics of adolescents decision-making who are cared for authoritarian pattern. This research uses qualitative approach single case study, of 17 year old teenager who live in Banda Aceh. The results show that there is an effect of authoritarian parenting on the subject decision making which is indicated by the demands and involvement of the parents in the decision-making process but the subject does not feel overwhelmed trying to think of the positive meaning of the demands received. Decision-making is based on evaluation, assessment and screening processes. Two aspects of deciding consist of the content and purpose of the decision to be made, ie what is desired has been formulated and the ultimate goal to be achieved.

Keywords: Decision-making, authoritarian parenting, teenagers

Keywords


Pengambilan Keputusan; Pola Asuh Otoriter; Remaja

References


Atmosudirjo, S., P. (1971). Pengambilan Keputusan. Jakarta: Gahila Indonesia

Arnett, J. J. (2009). Adolescent and Emerging Adulthood. New Jersey: Pearson Education International.

As’ari, M. H., (2015). Hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemandirian. Naskah Publikasi

Baumrind, D. (1966). Effects of authoritative parental control on child behavior, Child Development, 37(4), 887-907.

Brena, P., Updregaff, K. A., & Taylor, U. (2012). Father and mother adolescent decison making in mexican origin families. Journal of Youth and Adolescence. 41(4), 460 473.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches, 2nd ed. California: Sage Publication.

Elaine, D & Terri, F. (2003). Peer rerencing in adolescent decision making as a function of perceived parenting style. PubMed Journal. 1(2), 11-23.

Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Teori kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Gunung Mulia

Idrus, M. (2009). Metode penelitian ilmu sosial pendekatan kualitatif dan kuantitatif. (ed. 2). Yogyakarta:Erlangga.

Kurniasih, W & Pratisti, W. D. (2013). Regulasi Emosi Remaja yang Diasuh secara Otoriter oleh Orangtuanya. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mu’tadin. Z. (2000). Kemandirian sebagai kebutuhan psikologi remaja. Diakses pada tanggal 06 Juni 2017 melalui http//www e-psikologi.com./remaja.050602.

Ninggalih, R. (2015). Konflik remaja dan orang tua dalam keluarga. Diakses pada tanggal 07 November 2017 melalui http://majalah1000guru.net/2015/09/konflik-remaja-dan-orang-tua/

Poerwandari, E. K. (2009). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok : LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Rice, F. P., & Dolgin, K. G. (2008). The adolescent. United State of America: Pearson Education International.

Rini, Y. S. (2014). Komunikasi orangtua anak dalam pengambilan keputusan pendidikan. Jurnal Interaksi. 3(2), 112-122.

Santrock, J. W. (2012). Life-span Development. Jakarta: Erlangga

Sarwono, S. W. (2005). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sitepu, A. L. (2014). Keterlibatan anak remaja dalam pengambilan keputusan mengenai kebutuhannya serta kaitannya dengan gaya pengasuhan orangtua. Fisip UI, 1- 20.

Snyder, C. R,. & Lopez, S. J. (2007). Positive Psychology. USA: Sage Publication

Syamsi, I. (2000). Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Tuti, M. D., Tjhajono, E., & Kartika, A. (2006). Pola pengambilan keputusan karier siswa berbakat intelektual. Jurnal Penelitian Anima. 22(1), 58-73.

Wolff, J. M. (2012). Adolescent decision making and risk behavior: a neurobiological approach. University of Nebraska, Lincoln

Yusuf, S. (2008). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung : PT Remaja Rosdaka.


Article Statistic

Abstract view : 3169 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 15652 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 18 December 2017
Published : 18 December 2017

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Raihanal Miski, Marty Mawarpury

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.