BYSTANDER WARGA PINGGIRAN SUNGAI TERHADAP PERILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI DESA PEKAUMAN
Abstract
Bystanderadalah fenomena sosial dimana semakin besar jumlah orang yang ada di sebuah tempat kejadian, akan semakin kecil kemungkinan orang-orang tersebut membantu seseorang yang sedang berada dalam situasi darurat di tempat kejadian itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bystander warga pinggiran sungai yang menghadapi situasi perilaku membuang sampah sembarangan di sungai dan sekitarnya. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam serta teknik observasi non partisipan yang dilakukan pada 2 orang subjek. Hasil penelitian adalah subjek satu memiliki perilaku bystander karena merasa perilaku menjaga lingkungan adalah tanggungjawab pemerintah dan semua warga, sedangkan subjek dua tidak memiliki bystander karena kepedulian murni muncul dari dalam kemudian wujud peduli yaitu dengan menegur orang yang membuang sampah sembarangan di sungai.
Keywords
References
Robert A. B., Donn B, (2005)Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 2
Nurhidayat, Setyo Purwendro (2010) Mengolah Sampah Untuk Pupuk dan Pestisida Organik, Penebar Swadaya, jakarta.
Penny Liana,. Kajian Perilaku Masyarakat Membuang Sampah Di Bantaran Sungai Martapura Terhadap Lingkungan Perairan. Vol. 8 hlm. 117-126.
Sarlito w.S, (2009) Psikologi Sosial
Buhrani Y. (2016). “Sungai Martapura Tertutup Sampah”. Banjarmasin Post. 24 Januari 2016.
Article Statistic
Abstract view : 626 timesPDF (Bahasa Indonesia) views : 1735 times
Dimensions Metrics
Article History
Submited : 1 November 2018Published : 30 December 2018
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Neka Erlyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

