PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN AKTIVASI SECARA FISIKA, KIMIA DAN FISIKA-KIMIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk hasil pembuatan arang aktif dari cangkang kelapa sawit secara aktivasi fisika, kimia dan fisika-kimia dan mengetahui kemampuan adsorpsi arang aktif dari cangkang kelapa sawit dalam uji adsorpsi dengan asam asetat 0,5 N. Proses aktivasi dilakukan secara kimia, fisika, dan fisika-kimia. Pada aktivasi secara fisika dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi menggunakan furnace yaitu pada suhu 750oC selama 3 jam. Pada aktivasi secara kimia menggunakan ZnCl2 sebagai aktifator dan direndam selama 24 jam. Aktivasi secara fisika-kimia merupakan penggabungan dari aktivasi fisika dan aktivasi kimia. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik arang aktif dan uji kemampuan daya adsorben arang aktif terhadap asam asetat. Berdasarkan hasil penelitian arang aktif yang dibuat dari cangkang kelapa sawit dengan proses aktivasi secara fisika-kimia mempunyai daya jerap yang paling baik di antara arang aktif lain yang diaktivasi dengan proses fisika dan kimia. Pada waktu penjerapan 4 jam, arang aktif berdiameter 355 µm dengan aktivasi fisika-kimia mampu menjerap sebanyak 34,4% bagian dari larutan asam asetat 0,5 N.
Keywords: Arang aktif, asam asetat, aktivasi, adsorpsi
This study was carried out to investigate the characteristics of activated carbon from coconut palm shell and also the performance of activated carbon for adsorption 0.5 N acetic acid solution. Activated carbon obtained from coconut palm shell was activated by chemical, physical and combination of physical and chemical methods. Physical activation was performed by heating the carbon at 750oC for 3 hours while chemical activation process was exhibited by immersing the carbon in ZnCl2 solution for 24 hours. Furthermore, the combination of physical-chemical activation was gained by heating carbon at 750oC for 3 hours and then immersing in ZnCl2 solution for 24 hours.The adsorption performance of activated carbon was investigated by immersing activated carbon in 0.5 N acetic acid solution for specific time. The result showed that activated carbon which was obtained by combination of physical and chemical process was the best among the other methods that mentioned earlier. The highest adsorption capacity for 0.5 N acetic acid solution was achieved 34,4% for 4 hours by using355 µm of particle size..
Keywords: activated carbon, acetic acid, activation,adsorptionFull Text:
PDFReferences
Arifin, 2010, ‘Dekolorisasi Air yang Mengandung Zat Warna Tekstil Dengan Metode Koagulasi Poly Aluminium Chloride dan Adsorpsi Arang Aktif”, Tangerang : PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri.
Faradina, E. dan Setiawati, N., 2010, “Regenerasi Minyak Jelantah Dengan Proses Bleaching Menggunakan Adsorben Arang Aktif”, Laporan Penelitian Program StudiTeknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Hsu, L. Y. dan Teng, H., 2000, “Influence of different chemical reagents on the preparation of activated carbons from bituminous coal”, Fuel Processing Technology, Vol.64(1-3), hal.155-166.
Jankowska, H., Swiatkowski, A., dan Choma, J., 1991, “Active Carbon. Horwood”, London.
Ketaren, 1986, “Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan”, Edisi 1, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Minyu, J., and Proctor, A., 1993, “The Effect of Added Solvents on Soy Oil Lutein Adsorption by Silicic Acid”, J. Am. Oil Chem. Soc.Vol.70, hal.575-578.
Pari, G., 1995, “Pembuatan dan karakterristik arang aktif dari batubara”, Tesis Program Magister Kimia, Institut Teknologi Bandung, Bandung. Tidak diterbitkan.
Schweitzer, P., 1997, “Handbook of Separation Techniques for Chemical Engineers”, 3rd Edition, McGraw Hill.
Sudibandriyo, M., dan Lydia, 2011, “Karakteristik luas permukaan karbon aktif dari ampas tebu dengan aktivasi kimia”, Jurnal Teknik Kimia Indonesia, Vol.10(3), hal.149-156.
Sudrajat dan S. Soleh, 1994, “Petunjung teknis pembuatan arang aktif”, Puslitbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi kehutanan, Bogor.
Wijayanti, R., 2009, “Arang Aktif Dari Ampas Tebu Sebagai Adsorben Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas”, Skripsi Institut Pertanian Bogor.
Yoshizawa, N., Yoshio Y. dan Minoru S.,1999, “Structural Karakteristik Of arang material with a Low Crystalinity Using Methods for Data Analysis Report of Nation Institute for Resources and Environment”.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/k.v2i1.136
Article Metrics
Abstract view : 8417 timesPDF - 10416 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Published By: Chemical Engineering Department










_1_.png)




