PEMANFAATAN TULANG IKAN PATIN SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI ASAM PHOSPAT

Ridho Roihanul Falah, Ardhiannas Fadhila, Abubakar Tuhuloula

Abstract


Tulang ikan patin memiliki proporsi 10% dari total susunan tubuh ikan yang merupakan salah satu limbah pengolahan ikan yang memiliki kadar kalsium pospat sebanyak 14% dari total susunan tulang. Pembuatan asam phospat dari tulang ikan patin ini bertujuan untuk mengekstrak asam phospat dari tulang ikan patin dan menghitung kadar asam phospat yang dapat dihasilkan dengan variasi suhu dan konsentrasi pelarut. Proses yang digunakan dalam penelitian ini adalah ektraksi dengan pelarut H2SO4. Serbuk tulang ikan patin dengan ukuran butir 250 micron dan berat 10 g dimasukan kedalam labu leher tiga yang ditambahkan H2SO­4 dengan volume 100 mL. Kemudian dipanaskan dan berlangsung pada titik didih normal air selama waktu tertentu. Hasil ekstraksi yang didapat kemudian dianalisis kadar air dan kadar kandungan asam phospat yang terbentuk dari tulang ikan patin dengan proses titrasi. Dari hasil yang didapatkan semakin tinggi konsentrasi asam sulfat yang digunakan diperoleh asam phospat yang semakin tinggi pula. Kadar asam phospat terbesar yang didapat pada kondisi operasi ekstraksi dengan H2SO4 55% dengan waktu 3 jam sebesar 53,2%.

 

Kata kunci : Ekstraksi, tulang ikan patin, kadar asam phospat

 

Patin fish bone has 10% proportion of the whole fish body that is one of waste from processing fish. It has 14% calcium phosphate from the whole fish body. Making phosphate acid from patin fish bone aim to extract the phosphate acid and count its levels that can be produced with the temperature and the concentration solvent as the variables. The processes used in this research is extraction with H2SO4 as the solvent. 10 grams of 250 micron patin fish bone powder inserted in three-neck flask and added with 100 ml H2SO4. It was heated in water’s boiling point at certain time. Extraction results obtained then analyzed the water and acid phosphate levels formed from patin fish bone with titration. The higher sulfuric acid concentration used, the more acid phosphate concentration obtained. The largest phosphate acid concentration levels that obtained in extraction with 55% H2SO4 and 3 hours operation is 53.2%.

 

Keywords : Extraction, patin fish bone, phosphate levels

Full Text:

PDF

References


Austin, 1996. Industri Proses Kimia. Edisi 5. Erlangga. Jakarta

Haekal, 2008, Pemanfaatan Tulang Keong Untuk Produksi Asam Phospat: Optimasi Menggunakan Response Surface. Universitas Diponegoro, Semarang

Khairuman, Suhendra.2002. “Budidaya Ikan Patin Secara Intensif”. Jakarta : Agro Media Pustaka.

Lastiyono.1993. Pembuatan Asam Fosfat dari Serbuk Tulang Sapi Menggunakan Pelarut Asam Sulfat dengan Proses Basah. Jurusan Teknik Kimia, UPN, Yogyakarta.

Waggman, W.H. 1952. Phosphoric Acid, Phosphate and Phophatic Fertilizer. 2nd. ed. Rein Hold Publ. Corp. New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/k.v2i2.80

Article Metrics

Abstract view : 83 times
PDF - 139 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:
 
      
 
OAI 2.0 Request Results
 
 
Konversi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

free
web stats View My Stats

 

Published By: Lambung Mangkurat University Press