KERAGAMAN JENIS VEGETASI DI KAWASAN RAWA TANPA POHON DESA BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT SEBAGAI MATERI PENGAYAAN MATERI MATA KULIAH EKOLOGI LAHAN BASAH

Hardiansyah Hardiansyah, Noorhidayati Noorhidayati, Mahrudin Mahrudin

Abstract


Rawa merupakan istilah umum yang digunakan untuk semua daerah yang tergenang air baik secara musiman maupun permanen dan memiliki keragaman flora dan fauna yang khas. Rawa di Kalimantan  terdapat kurang lebih sebesar 10,56 juta ha, dan di Kalimantan Selatan terdapat kurang lebih 235,677 ha. Salah satu rawa tersebut adalah rawa tanpa pohon, yang juga terdapat di Desa Bati-Batiyang didominasi oleh rumput-rumputan dan herba aquatik lainnya.Rawa tanpa pohon salah satunya di Desa Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, yang data keragaman jenis vegetasi di kawasan tersebut berpotensi digunakan sebagai sumber belajar Ekologi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman jenis vegetasi rawa tanpa pohon di Desa Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, dan membuat handout pengayaan Materi Matakuliah Ekologi Lahan Basah yang valid.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, berupa penelitian lapangan untuk mengetahui keragaman vegetasi rawa tanpa pohon dan penelitian pengembangan untuk membuat bahan ajar berupa handout.Hasil penelitian didapatkan 12 jenis yaitu Vetiveria zizanoides (bundung), Leersia hexandra (banta), Panicum virgatum (kumpai batu), Eleocharis palustris (purun), Eleocharis acicularis (rumput purun), Eleocharis dulcis (purun tikus), Ludwegia hyssopifolia (pipisangan), Leptochlea caerulencens (parupuk),  Nyampheae pubescens (batang tanding), Ipomea aquatic (kangkung), Cynodon dactylon (rumput jarum) dan Mikania scandens (kangkung pagar).dan Indeks Diversitas (H’) sebesar 1,5544 dikategorikan keanekaragaman sedang. Validitas bahan ajar handout tentang keanekaragaman vegetasi di kawasan rawa tanpa pohon Desa Bati-bati kabupaten Tanah Laut sebagai pengayaan materi mata kuliah Ekologi Lahan Basah adalah sangat valid.

Kata Kunci: Keanekaragaman, Vegetasi, Rawa tanpa Pohon, Handout


References


Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Asyhar, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.Refrensi. Jakarta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik edisi Revisi. Penerbit Rineka Cipta, Yogyakarta

Backer, C. A. & Brink, R. C. B. V. D. 1968.Flora of Java (Spermatophytes only) Vol III.Netherland.Wolters-Noordhoof.V-Groningen.

Barbour, M.G., J.H. Burk and W.D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. The Benjamin Cummings Publishing Company, Inc. California.q

Dasuki, U. A. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Jurusan Biologi ITB: Bandung.

Depdiknas.(2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dharmono. 2008. Modul Ekologi Lahan Basah. Jurusan PMIPA FKIP Unlam, Banjarmasin.

Fachrul, Melati Ferianita. 2008. Metode Sampling Bioteknologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Hardjosowarno, S. (1990).Dasar-Dasar Ekologi Tumbuhan. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta.

Hatimah, I, 2006.Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal di PKBM.Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta

Jumin, H. B. (1992). Ekologi Suatu Pendekatan Fisiologis. Jakarta : Rajawali Press

Michael, P. 1995. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium Indonesia. Universitas Press. Jakarta.

Menristek-dikti. 2016. Panduan Hibah Penyusunan Bahan Ajar. Jakarta.

Mukminan. 2011. Perspektif Teori Dan Praktik Implementasi Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal. UNY, Yogyakarta.

Mumpuni, Kistantia Elok 20013. Potensi Pendidikan Keunggulan Lokal Berbasis Karakter dalam Pembelajaran Biologi di Indonesia.Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Malang.

Nirarita, N. C. H Wibowo P, Susanti. S, Padmawinata D. Kusmarini, Syarif. M, Hendriani Y, Kusnianingsih, Sinulingga. L. Br. 1996. Ekosistem Lahan Basah. Buku Panduan Untuk Guru dan Praktisi Pendidikan. Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian. Bogor.

Noor, Y. S., Khazali, M., & N.N. Suryadiputra.1999. Panduan Pengenalan Mangrove Indoesia.Wetlands International Indonesia Program, Bogor.

Odum, P. Eugene. 1994. Dasar-dasar Ekologi. Edisi ketiga (penerjemah Thahyono Samingan). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Prasetyo, Z. K. 2013. Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal. Pascasarjana UNY, Surakarta.

Prastowo, A.2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press. Yogyakarta.

Resosoedarmo, RS, Kuswata K, & Aprilani S. 1992.Pengantar Ekologi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Rohmad, A., Suhandini, P. & Sriyanto. (2013). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi (EEK) Serta Kebencanaan Sebagai Bahan Ajar Mata Pelajaran Geografi SMA/MA di Kabupaten Rembang. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Indonesia

Sagala, S. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Alfabeta, Bandung.

Setyosari, Punaji. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.Pn Kencana. Jakarta.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka C[pta. Jakarta

Sitepu. 2014. Pengembangan Sumber Belajar. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sungkowo, 2010. Panduan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TIK.Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Jakarta

Sukiman.2012. Pengembangan Media Pembelajaran. PT Pustaka Insan Madani, Anggota IKAPI: Yogyakarta.

Sufatmi, A. 2012.Pengembangan Handout Berbasis Kontekstual untuk Pembelajaran Kimia Materi Unsur Transisi Sebagai Sumber Belajar Mandiri Peserta Didik Kelas XII SMA/MA.Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Stennis, Van. CG]. 2006. Flora. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Syafei, E.S. dan Taufikuurahman. 1994. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. ITB, Bandung.

Tjitrosoepomo, G. 2007. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Yamin. 2012. Paradigma Baru Pembelajaran. Ciputat. Jakarta

Wirakusumah, S. 2003. Dasar-Dasar Ekologi Bagi Populasi dan Komunitas. Universitas Indonesia, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.