Validitas Buku Etnobotani Tumbuhan Nauclea subdita (Korth) Steud. di Kawasan Hutan Bukit Tamiang Kabupaten Tanah Laut

Sonia Audra, Dharmono Dharmono, Sri Amintarti

Abstract


Validation is an action taken to review the initial product, and then provides input for further improvement. This study aims to determine the validity of popular scientific books developed about the plant ethnobotany Nauclea subdita (Korth) Steud. in the Tamiang hill forest area of Tanah Laut Regency as teaching material in the form of popular scientific books. This research uses the development research method with the model of education design research (EDR) through formative evaluation of the tessmer test. The validation test was conducted by 2 expert validators. The results showed the popular scientific book Nauclea subdita (Korth) Steud. developed is classified as very valid, based on the results of expert validation which shows very valid criteria with a value of 90.63%.


Keywords


Validity; Popular Scientific Book; Nauclea subdita (Korth) Steud.

Full Text:

PDF

References


Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2014). Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Tahun 2014. Jakarta: Online at http://bsnpindonesia.org/id/?p=1340. Diakses tanggal 01 Januari 2020.

Barnawi & Arifin, M. (2015). Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Dalman. (2014). Keterampilan Membaca. Jakarta. Rajawali Pers.

Depdiknas. (2008). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Dikmenum. Depdiknas.

Dharmono. (2012). Struktur Populasi Tumbuhan Tepi Sungai Sebagai Materi Penunjang Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah Tahun 2016 Jilid 3: 870-873.

Dharmono. (2018). Kajian Etnobotani Tumbuhan Jalukap (Centella asiatica L.) Di Suku Dayak Bukit Desa Haratai 1 Loksado. Bioscientiae, 4(2).

Dharmono. Mahrudin. & Riefani, M. K. (2019). Kepraktisan Handout Struktur Populasi Tumbuhan Rawa dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan. Vol. 1 (2): 105-110

Hardiansyah, Noorhidayati, & Mahrudin. (2018). Keragaman Jenis Vegetasi di Kawasan Rawa Tanpa pohon Desa Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Sebagai Bahan Pengayaan Materi Mata Kuliah Ekologi Lahan Basah. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Vol. 3 No. 1 Tahun 2018.

Hera, R. (2014). Pengembangan Handout Pembelajaran Embriologi Berbasis Kontekstual Pada Perkuliahan Perkembangan Hewan Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Banda Aceh. Volume 2, Nomor 2. Banda Aceh.

Hidayati, N. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Topik Energi Dalam Sistem Kehidupan Di Madrasah Tsanawiyah. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), Vol. 2 (2): 389-399.

Khairoh, L. dkk. (2014). Pengembangan Buku Cerita IPA Terpadu Bermuatan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan pada Tema Pencemaran Lingkungan. Unnes Science Education Journal, 3 (2)

LIPI. (2012). Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Martin, G.J. (1995). Ethnobotany: A ‘People and Plant’ Conservation Manual. Chapman and Hall, London.

Rahmi, F. Noorhidayati. & M. K. Riefani. (2020). The Validity of the Human Circulatory System Concepts Handout at Class XI IPA SMAN 6 Banjarmasin. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan. Vol. 2 (1): 14-19. DOI: 10.20527/bino.v2i1.7885

Riefani, M.K. & Mahrudin (2020). Validitas Panduan Lapangan (Field Guide) Matakuliah Zoologi Vertebrata Materi Aves. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah Vol 5 (3): 63-69.

Riefani, M.K. Badruzsaufari. & Dharmono. (2020). “The practicality of odonata handout in invertebrate zoology course,”. Phys. Conf. Ser. Vol. 1422 (1). doi: 10.1088/17426596/1422/1/012028.

Situmorang, R. P. (2016). Analisis Potensi Lokal Untuk Mengembangkan Bahan Ajar Biologi di SMA Negeri 2 Wonosari. Jurnal Pendidikan Sains, 4 (1):51-57. DOI https://doi.org/10.26714/jps.4.1.2016.51-57

Soekarman & Riswan, S. (1992). Status Pengetahuan Etnobotani di Indonesia. Di dalam: Seminar dan Lokakarya Nasional Etnobotani; Cisarua-Bogor, 19- 20 Februari 1992. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Departemen Pertanian RI, LIPI, Perpustakaan Nasional RI.Hal: 1-7.

Suparman, M. A. (2012). Desain Instruksional Modern. Penerbit Erlangga, Jakarta

Suwarni, E. (2015). Pengembangan Buku Ajar Berbasis Lokal Materi Keanekaragaman Laba-Laba Di Kota Metro Sebagai Sumber Belajar Alternatif Biologi Untuk Siswa SMA Kelas X. Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi 6 (2), 86-92.

Utami, P. U. (2017). Pengembangan Buku Ilmiah Populer Keanekaragaman Mangrove Berbasis Pembelajaran Kontekstual Pada Materi Keanekaragaman Hayati Di SMA. Artikel Ilmiah. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi.

Wibowo, W. (2008). Berani Menulis Artikel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarti, Y., Indriyanti, D dan, Rahayu. E (2015). Pengembangan Bahan ajar Ekologi Kurikulum 2013 Bermuatan SETS Melalui Penerapan Model Problem Based Learning. Jurnal Lembaran Ilmu Kependidikan. Vol 44 (1).




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/wb.v13i1.8545

Article Metrics

Abstract view : 128 times
PDF - 51 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Wahana-Bio Journal is abstracting & indexing in the following databases:   


Collaborate with:


Managed by:

Program of Biology Education, Mathematics and Natural Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat

Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Indonesia, Telp/Fax: (0511) 3304914, Mail Box 70123 No. HP: 081255118112

Email: wahanabio@ulm.ac.id, Website: https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/wb

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.