ANALISIS USAHATANI HIDROPONIK “HIDROPUNG” DI DESA BATI-BATI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Putri Shinta Dianti, Muzdalifah Muzdalifah, Mira Yulianti

Abstract


Hidroponik menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian di Indonesia. “Hidropung” merupakan satu-satunya usahatani hidroponik selada keriting di Desa Bati-Bati milik Ibu Kurnia yang menggunakan 2 sistem hidroponik yaitu DWC (Deep Water Culture) atau bisa juga disebut sebagai sistem rakit apung dan NFT (Nutrient FilmTechnique). Untuk pertumbuhan suatu usaha, keseimbangan antara biaya total, penerimaan, dan keuntungan sangat penting. Tujuan dari analisis ini yaitu untuk mendeskripsikan proses budidaya, menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usahatani dan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis biaya total, penerimaan, keuntungan serta tingka tkelayakan dengan harga yang diperhitungkan adalah harga yang terjadi/diterima usahatani hidroponik “Hidropung” pada bulan November tahun 2021 hingga Mei 2023. Menurut hasil penelitian yang dilakukan proses budidaya hidroponik pada usahatani “Hidropung” telah dilakukan sebanyak 21 kali periode tanam. dimulai dari persemaian, peremajaan, pembesaran, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Biaya total yang dikeluarkan pada periode November 2021 - Mei 2023 yaitu sebesar Rp17.727.697. Penerimaan sebesar Rp20.160.000 serta keuntungan sebesar Rp2.669.881. Tingkat kelayakan usahatani diperoleh nilai sebesar1,137, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usahatani “Hidropung” layak untuk dijalankan dan dikembangkan.  Permasalahan saat ini yang dihadapi oleh pemilik usahatani hidroponik “Hidropung” yaitu hama dan kontinuitas produksi.

Full Text:

PDF

References


Arifien, Y., Alam, S., Rosilawati, R., Kamarudin, A.P., Tambunan, S. B., Yusuf, H., & Indrawati,E. (2023). Pertanian Urban (A. Yanto, Ed.).PT Global Eksekutif Teknologi.

Badan Pusat Statistik. (2016). Produksi dan Produktivitas Selada 2010-2015.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023.

Fitriansah, T., Roviq, M., & Karyawati, A. S. (2019). Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) pada Dosis dan Interval Penambahan AB Mix dengan Sistem Hidroponik Growth of Lettuce (Lactuca sativa L.) at Dosage and Interval Addition of AB Mix with Hydroponic System. Jurnal Produksi Tanaman, 7(3), 538–544.

Haqiqi, I. N., Ferrianta, Y., & Yulianti, M. (2021). Analisis Finansial Usahatani Pakcoy Hidroponik di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan (Studi Kasus Usahatani Ibu Surtini). Frontier Agribisnis,5(4), 17–22.

Iqbal, M. (2016). Simpel Hidroponik. Andi Offset.

Kleden, R., Rifiana, & Muzdalifah. (2023). Analisis Usaha Madu Kelulut di Desa Bagok Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur (Studi Kasus Usaha Madu Kelulut Bapak Arsyad). Frontier Agribisnis, 7(3),258–262.

Maulidah, S. (2012). Pengantar Manajemen Agribisnis (Tim UB Press, Ed.; 1st ed.). UB Press.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v8i1.12265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Frontier Agribisnis





Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis