Analisis Tingkat Konsumsi Buah pada Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru

Nor Asiah, Nina Budiwati, Ana Fauziyatun Nisa

Abstract


Konsumsi buah di Indonesia yang belum memenuhi standar gizi seimbang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsumsi buah dan faktor-faktor yang berhubungan pada mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat, yang diharapkan menjadi teladan dalam pola konsumsi sehat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional pada 30 mahasiswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling dari total populasi 396 orang. Data tingkat konsumsi buah dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat konsumsi buah dengan variabel pengetahuan, preferensi, ketersediaan buah, dan konsumsi makanan cepat saji. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah mahasiswa tergolong tinggi, yaitu 216,48 gram/orang/hari. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat konsumsi buah (ρ=0,515), sebaliknya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat konsumsi buah (ρ=−0,445). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada variabel preferensi dan ketersediaan buah. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan pengetahuan secara efektif mendorong konsumsi buah, sementara gaya hidup modern yang tercermin dari konsumsi makanan cepat saji menjadi penghambat utama.


Keywords


Consumption Levels; Spearman’s Rank; Fruit; Correlation;

Full Text:

PDF

References


Badan Pangan Nasional. (2024). Direktori perkembangan konsumsi pangan nasional dan provinsi tahun 2019-2023.

Irwan, Kadir, S., & Ain, N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi buah dan sayur. Journal Health & Science, 8(2), 69–81.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Muna, N. I., & Mardiana, M. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja. Sport and Nutrition Journal, 1(1), 21–27. https://doi.org/10.15294/spnj.v1i1.31187

Saputro, G. M., & Isnaeni, F. N. (2021). Tingkat pengetahuan sayur dan buah, sikap terhadap sayur dan buah, dan pola konsumsi sayur dan buah pada siswa di SMA Negeri 1 Tawangsari Kabupaten Sukoharjo [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/95597/

Sari, P. I., Mardhiati, R., & Hamal, D. K. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMAN 4 Tambun Selatan. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 8(1), 17–23. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v8i1.10903

Sawyer, S. M., Afifi, R. A., Bearinger, L. H., Blakemore, S. J., Dick, B., Ezeh, A. C., & Patton, G. C. (2012). Adolescence: A foundation for future health. The Lancet, 379(9826), 1619–1630.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v9i3.16187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Frontier Agribisnis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]
 

 Creative Commons License

Frontbiz is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 
© Copyright 2017 - Frontier Agribisnis