Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah pada Lahan Pasang Surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupatentanah Bumbu
Anwar Fuady, Hairi Firmansyah, Yudi Ferrianta
Abstract
Produktivitas tanaman padi selain daya dukung dari peran seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL), ditentukan juga oleh keputusan petani dalam menentukan bagaimana cara petani membudidayakan tanaman padi sesuai dengan perkembangan teknologi pertanian Penyuluh pertanian lapangan (PPL) dituntut dapat menyampaikan informasi yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Adanya penyuluh pertanian lapangan yang membina lebih dari satu desa, apakah hal tersebut mempengaruhi peranan seorang PPL terhadap perilaku petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, menganalisis faktor internal petani yang berhubungan dengan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, menganalisis permasalahan yang dihadapi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 sampai bulan Januari 2021 adapun data yang dipakai berupa data primer dan sekunder. Peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi padi sawah yang terdiri dari yang pertama peran edukasi (sedang), kedua peran diseminasi (rendah), ketiga peran fasilitasi (sedang), keempat peran konsultasi (sedang), kelima peran supervisi (sedang), keenam peran pemantauan (sedang) dan ketujuh peran evaluasi (sedang) di kategorikan sedang dengan persentase nilai rata-rata sebesar 56,33%. Dengan produksi benih padi bersertifikat rata- rata 8,9 ton/tahun dan dengan harga beras yakni Rp. 25.000/gantang, hubungan peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi padi sawah terdapat korelasi positif namun sedang. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis terdapat hubungan antara peranan penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi benih padi sawah bersertifikat diterima. Permasalahan usaha tani padi sawah di Desa Saring Sungai Binjai penyuluh belum sepenuhnya mampu mendampingi petani secara rutin dan berkelanjutan, rendahnya nilai peran diseminasi dikarenakan penerapan teknologi masih rendah.
References
Djarwanto. 1994. Pokok-pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis Penulisan Skripsi. Yogyakarta : Liberty.
Hadi, Sutrisno, 2002. Metodologi Research Jilid 3. Cetakan ke-19. Yogyakarta.
Ilham, T. 2010. Diversifikasi Pangan dan Penyuluhan Pertanian Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Nasional. Kompas.
Mardikanto, T. 1993. Sistem Penyuluhan Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.467 Hal.
Mc Milan, J dan Schumacher, S. 2003. Research in Education. New York: Longman.
Moenir, 1995. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 87 Hal.
DOI:
https://doi.org/10.20527/frontbiz.v5i4.5913
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Frontier Agribisnis
Frontier Agribisnis is published by Lambung Mangkurat University
Managed by Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, IndonesiaEmail: [email protected]
