Bahandil Tradition Community at North Kuin Villages, Banjarmasin

Defika Ayudya, Akhmad Munaya Rahman

Abstract


Setiap masyarakat memiliki sebuah tradisi tertentu. Begitupula pada masyarakat di Kuin Utara Banjarmasin masih memiliki tradisi yaitu bahandil. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi bahandil pada masyarakat di Kuin Utara Banjarmasin. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan tradisi bahandil di Kuin Utara Banjarmasin. Pendekatan kualitatif peneliti menggunakan metode deskriptif. Sumber data adalah masyarakat di Kelurahan Kuin Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Model interaktif analisis data yang dikemukakan oleh Miles Hubermen dilakukan pada penelitianini dengan melakukan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulanHasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi bahandil di masyarakat di Kuin Utara masih dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk bahandil yasinan, bahandil  Qur’ban dan bahandil kematian.  


Keywords


tradition, bahandil, society.

Full Text:

PDF

References


Amsyah, Z. (1997). Manajemen sistem informasi/Zulkifli Amsyah. Retrieved from http://lib.ui.ac.id

Farhan. 2008. Ritualisasi Budaya-Agama Dan Fenomena Tahlilan Yasinan Sebagai Upaya Pelestarian Potensi Kearifan Lokal Dan Penguatan Moral Masyarakat.Volume. 5. No. 2, Januari 2008

John, N., Mohandas R, & Suja C Rajappan. (2013). Energy Saving Mechanism Using Variable Frequency Drives. International Journal of Emerging Technology and Advanced Engineering, 3(3), 784–790.

Kastolani, & Yusof, A. (2016). RELASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: Studi Tentang Tradisi Nyadran di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang | Abdullah Yusof | Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin. Kontemplasi : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 4(1). Retrieved from http://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/kon/article/view/130

Mina Holilah. 2015. Kearifan Ekologis Budaya Lokal Masyarakat Adat Cigugur

Sebagai Sumber Belajar Ips. Bandung: UPI.

Nasution. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Tarsito: Bandung Tarsito.

Pranadji, T. (2017). Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa: Suatu Upaya Revitalisasi Adat Istiadat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Forum penelitian Agro Ekonomi, 27(1), 61–72. https://doi.org/10.21082/fae.v27n1.2009.61-72

Subiyakto, B., Syaharuddin, S., & Rahman, G. (2017). NILAI-NILAI GOTONG ROYONG PADA TRADISI BAHAUL DALAM MASYARAKAT BANJAR DI DESA ANDHIKA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS. Vidya Karya, 31(2). https://doi.org/10.20527/jvk.v31i2.3993

Syaharuddin, S. (2018, July 18). Nilai-Nilai Kejuangan Masyarakat Banjar Pada Periode Revolusi Fisik (1945-1950) Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. Presented at the International Seminar Strengthening Social Studies For The Twenty First Century (Memperkuat Pendidikan IPS Menghadapi Abad 21). Retrieved from http://eprints.ulm.ac.id/3843/




DOI: https://doi.org/10.20527/iis.v1i1.1371

Refbacks

  • There are currently no refbacks.