HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 MODEL PALU

Abd. Farid Lewa(1*)
(1) Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palu
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/jpkmi.v3i1.2736

Abstract

Abstrak

Anemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi tertinggi dialami oleh Indonesia.Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 Prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9% dan untuk prevalensi anemia usia 15-24 tahun sebesar 18,4%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi, protein dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu.Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan Recall 24 jam selama 3 hari berturut-turut dan nilai kadar hemoglobin diperoleh dari pengambilan darah dengan metode hemocue. Jumlah sampel 75 sampel diambil dengan teknik Proportionate Random Sampling. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Fisher exact.Hasil penelitian diperoleh Hasil uji hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia diperoleh p > 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan pihak sekolah dan orang tua lebih memperhatikan asupan makanan siswi.

Kata-kata kunci: asupan protein, asupan zat besi, asupan vitamin C, anemia, remaja putri

 

Abstract

Anemia is one of the problems are serious enough micronutrients with the highest prevalence experienced by Indonesia.Based Health Research in 2013 Prevalence of anemia in women in Indonesia amounted to 23.9% and for 15-24 years the prevalence of anemia of 18.4%.The purpose in this study to determine the relationship of the intake of iron, protein and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.Jenis used analytical research with cross sectional approach.Recall data was collected through 24 hours for 3 consecutive days and values hemoglobin levels obtained from blood sampling method hemocue. Number of samples 75 samples taken with Proportionate Random Sampling technique. The correlation test used is the Fisher exact test.The results were obtained relationship test result intake of protein, iron and vitamin C with anemia obtained p> 0.05.It is concluded that there is no relationship intake of protein, iron and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.The suggestions in this study is expected that the school and parents pay more attention to the food intake of students.

Keywords: protein intake, intake of iron, vitamin C intake, anemia, young women

References


Proverawati, A. 2011. Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Almatseir, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka Utama.

Karina, D,P. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 2 Semarang. Artikel penelitian. Semarang: Universitas Diponegoro, 2011.

Dewi, P,P. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Kejadian Anemia pada Siswi di SMA Negeri 1 Palu. Karya tulis ilmiah. Palu: Program Studi DIII Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu, 2015.

Retroningsih. 2004. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Besi dan Vitamin C dengan Kadar Hemoglobin Santri Putri Usia 13-18 Tahun (Studi di Pondok Pesantren Asrama Fathimiyah Miftahul Ilmi (AFMI), Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon) Tahun 2004. (Online). http://eprints.undip.ac.id/10670/1/2222.pdf, diakses tanggal 2 Desember 2015.

Said, M. 2004. Hubungan Antara Asupan Zat Besi, Protein dan Kebiasaan Minum Teh/Kopi dengan Kadar Hemoglobin (HB) (Studi Pada Remaja Putri di Perumahan Nelayan Desa Klidang Lor Kecamatan Batang Kabupaten Batang).

Novitasari, S. Hubungan Tingkat Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C Dan Seng Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMA Batik 1 Surakarta. Karya Tulis Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.

Brownlie T, Utermohlen V, Hinton PS, and Haas JD. 2004. Tissue iron deficiency without anemia impairs adaptation in endurance capacity after aerobic training, in previously untrained women. (Online). http://www.coaching-for-health.net/eisenzentrum/studien/aerobic-training.pdf, diakses 3 Agustus 2016.)

Matayane, S,G., Bolang, A,S,L. & Kawengian, S,E,S. 2014. Hubungan antara asupan protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin mahasiswa program studi pendidikan dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Artikel Publikasi. Manado: Universitas Sam

Ratulangi, 2016.

Utomo, G,D,P. Hubungan antara asupan protein, vitamin C dan kebisaan minum teh dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013.


Article Statistic

Abstract view : 9663 times
PDF views : 9779 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 3 February 2017
Published : 3 February 2017

The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader).

If you would like more information about how to print, save, and work with PDFs, Highwire Press provides a helpful Frequently Asked Questions about PDFs.

Alternatively, you can download the PDF file directly to your computer, from where it can be opened using a PDF reader. To download the PDF, click the Download link above.

Fullscreen Fullscreen Off

Full Text: PDF

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.