JUMLAH DAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN KOTA KUPANG

Arman Rifat Lette Lette

Abstract


ABSTRAK
Sumber daya manusia Kesehatan (SDMK) diperlukan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk dalam negara yang menghadapi krisis tenaga kesehatan.Kurangnya SDMK di Indonesia bisa dimaknai sebagai kurangnya jumlah SDMK atau distribusi yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menggambakan jumlah dan kebutuhan SDMK di Fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Informan utama adalah pimpinan fasilitas kesehatan atau bagian Sumber Daya Manusia di fasilitas kesehatan. Informan pendukung adalah perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Wawancara mendalam. Pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di tiga fasilitas kesehatan yang dipilih secara acak (Klinik,puskesmas, dan rumah sakit tipe C).Berdasarkan hasil penelitian diketahuii ada tiga jenis SDMK yang belum terpenuhi dan dibutuhkan berdasarkan analisis beban kerja, yaitu: dokter spesialis (jantung dan urologi), tenaga kefarmasian/apoteker, dan tenaga Non-kesehatan seperti tenaga administrasi dan keuangan. Pemerintah Provinsi dan instansi terkait dapat memperhatikan dan memenuhi jumlah dan kebutuhan tenaga dokter spesialis, tenaga Kefarmasian/apoteker dan juga tenaga Non-kesehatan di fasilitas kesehatan melalui pemberian beasiswa pendidikan, Pemerataan persebaran SDMK dan analisis kebutuhan Sumber daya secara berkelanjutan.
Kata-kata kunci: Jumlah, kebutuhan,sumber daya manusia kesehatan
ABSTRACT
Human Health resources (HHR) are needed to improve the quality of public health in a country. According to World Health Organization (WHO), Indonesia is included in countries to experience crisis of health workers. The lack of HHR in Indonesia can be interpreted as a lack of HHR or uneven distribution.The purpose of this study was to describe the number and needs of HHR in health facilities in the Kupang City, East Nusa Tenggara. The research method is a kualitatif design, and using a Deskriptif approach. The main informant is the leader of the health facility or the Human Resources section at the health facility. The supporting informants are the provincial health office. Data collection : In-depth interview.The method of taking informants is done using purposive sampling technique. The study was conducted at three randomly selected health facilities (Public Health center, clinic, and type C hospital). The results show there are three types of HRH which are lacking, namely: specialist doctors (heart and urology), pharmacy/pharmacists, and Non-health workers such as administrative and financial staff. The Provincial Government and related agencies can pay attention to and fulfill the number and needs of specialist doctors, pharmacy/Pharmacists and also Non-health workers in health facilities through the provision of educational scholarships, Equally distribution of HRH and analysis of resource requirementssustainable.
.
Keywords: Number, needs, health human resources


Keywords


Jumlah, kebutuhan,sumber daya manusia kesehatan

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2014. Kerangka acuan lokakarya nasional pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan tahun 2014. https://kebijakankesehatanindonesia.net/component/content/article/1825.html (diakses 18 Maret 2020).

Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 36 Tahun 2014 TentangTenaga Kesehatan.

Saputra M., Marlinae L., Rahman F., dan Rosadi D. Program Jaminan kesehatan nasional dari aspek sumber daya manusia pelaksana pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (KEMAS), 2015; 11(1): 32-42.

Nurhotimah. 2015. Analisis beban kerja untuk SDM kesehatan. (http:// mediakom.sehatnegeriku.com/analisis-beban-kerja-untuk-sdmkesehatan/).

Hidayanti, H. Pemerataan tenaga kesehatan di Kabupaten Lamongan. Cakrawala, 2018; 12(2): 162-177.

Kementerian Kesehatan. 2011. Rencana Pengembangan tenaga kesehatan tahun 2011–2025. Jakarta :Kementerian Kesehatan RI.

Fitriyah EN. Gambaran situasi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di Provinsi Jawa Timur tahun 2015.Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 2018; 7(1): 31-40.

Romadhona YS., dan Siregar KN. Analisis sebaran tenaga kesehatan puskesmas di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas. Jurnal Kesehatan Manarang, 2018; 4(2): 114 – 1 21.

Lestari TRP. Analisis ketersediaan tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat tahun 2014. Kajian, 2016; 21( 1): 75 – 88.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 028/MENKES/PER/I/2011 Tentang Klinik

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian.

Putri, T. 2019. Jumlah Apoteker di Indonesia Masih Belum Cukup PenuhiKebutuhan Medis.https:// lifestyle.okezone.com / read/ 2019 /09 / 25/481/ 2109191 / jumlah-apoteker-di-indonesia-masih-belum-cukup-penuhi-kebutuhan-medis?page=2(diakses:18Maret 2020).

Berita Universitas Jember. 2018. Jumlah dan sebaran apoteker di Indonesia belum ideal. https://unej.ac.id/jumlah-dan-sebaran-apoteker-di-indonesia-belum-ideal/(diakses:18 Maret 2020).

Herman MJ., Supardi S., dan Yuniar Y. Hubungan ketersediaan tenaga kefarmasian dengan karakteristik puskesmas dan praktik kefarmasian di puskesmas (analisis lanjut data Riset Fasilitas Kesehatan nasional tahun 2011). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 2013; 16(1): 88–98.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

Arifudin, Sudirman, dan Andri M. Evaluasi system manajemen sumber daya manusia pada perempatan kerja petugas di UPT Puskesmas Lembasada. Promotif, 2017; 7(1): 1-14.

Mujiati dan Yuniar Y. Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertamadalam era jaminan kesehatan nasional di delapan kabupaten-kota di Indonesia. Media Litbangkes, 2016; 26(4): 201 –210.

Shofiah R., Prihatini D., dan Viphindrartin S. Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Puskesmas di Kabupaten Jember. Jurnal Bisnis dan Manajemen (Bisma), 2019; 13(3):181–188.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit.

Fai I F., Pandie DBW., dan Ludji IDR. Manajemen sumber daya terhadap mutu pelayanan neonatus di Puskesmas Poned Oesao Kupang. Unnes Journal of Public Health, 2017; 6(2): 84-91.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i2.9602

Article Metrics

Abstract view : 161 times
PDF - 126 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                  
                                             

 

             This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

           International License.