ISLAMISASI BANJARMASIN (ABAD XV-XIX)
Abstract
15th Century marked by Islamization in Banjarmasin. Banjarmasin that previously inhabited by Dayak communities; Biaju or Ngaju, Maanyan, Lawangan, Bukit and Melayu,also elite’s Hindu-Buddha who came from Java or Sumatra. Then accepted the arrival and spread of Islam through the line of trade, marriage, government bureaucracy, tasawuf and tarekat, education and the arts. The line received via the network Bubuhan, Authority, and Interest. The third network was socially connect with each other to form arelegious transformation of the old religion Kaharingan, Balian, and Hindu-Buddha to the religion of Islam.Indeginous communities through the local intelligence in transformative intermingled while receiving and applaying the teachings of Islam which was certainly supported by the bureaucracy, government, forming acommunity of Islam that Islamic Banjarish.
Key words: Islamization, Community, Social NetworFull Text:
PDFReferences
Abdurrahman, 1992, Menguak Sisi-Sisi Gelap Proses Perkembangan Islam di Kalimantan Selatan, Makalah dalam Seminra Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNLAM, Banjarmasin.
Abdurrahman, 1999, Upaya Menyingkap Misteri Datu Sanggul Tokoh Legendaris atau Tokoh Sejarah, Makalah, disampaikan pada acara bedah buku Biografi Datu Sanggul, Rantau: 25 November 1999.
Abu Daudi, 1996, Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Martapura: Sekretariat madrasah ‘Sullamul Ulum’ Dalam Pagar,
Abu Daudi, 2003,Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary (Tuan Haji Besar), Martapura: Yayasan Dalam Pagar (YAPIDA).
A.B. Lapian, 2008, Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17, Jakarta: Komunitas Bambu.
Amir Hasan Bondan, 1953, Suluh Sedjarah Bandjarmasin, Pertjetakan Fadjar
Azyumardi Azra,Islam Nusantara, Jaringan Global dan Lokal, Bandung: Mizan
Bambang Rudito. Melia Famiola. 2008. Social Mapping Metode Pemetaan Sosial Tehnik Memahami Suatu Masyarakat atau Komuniti. Penerbit Rekayasa Sains. Bandung.
Bambang Subiyakto dan Djoko Suryo, 2001, Pelayaran Sungai di Kalimantan Tenggara: Tinjauan Historis tentang Traansportasi Air Abad XIX, Sosiohumanika, Vol. 14 No. 1 Januari 2001, Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UGM.
Beeckman, Daniel, 1718, A Voyage to and from the Islands of Borneo in the East Indies, London. Dicetak kembali di London , Dawsons, 1973.
Burger, D.H., 1983, Sejarah Ekonomi Indonesia dari Segi Sosiologi Sampai Akhir Abad XIX, disusun kembali oleh Prajudi Atmosudirdjo, Jakarta: Pradnya Paramita.
Chairunnisa, 2003, Penokohan Syekh Abdul Hamid Abulung Sebagai Penyebar Ajaran Wahdatul Wujud di Kalimantan Selatan Pada Awal Abad XVIII dan Pada Awal Abad XIX, Skripsi: Banjarmasin, Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNLAM.
Chaudhuri, K.N., 1989, Trade And Civilization in The Indian Ocean An Economic History From The Rise of Islam to 1750, Cambridge: Cambridge University Press, dalam M. Dien Majid, 2008, Berhaji Di Masa Kolonial, Jakarta: CV. Sejahtera.
Clereq, FSA. de, 1877, De Vroegste Gescheidenis van Bandjarmasin, dalam Tijdschrift voor Indisch Taal-Volken kunde, XXIV.
Colenbrander, H.T., 1925, Koloniale Gescheidenis II, Den Haag.
Diah Ratna Wulan, 2008, Komunitas Bakumpai Di Buntok (Barito Selatan) Dari Abad Ke-15 Hingga Dasawarsa Pertama Abad Ke-21, Skripsi, Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan P.IPS FKIP UNLAM.
Dijk, L.C. van, 1862, Het Neerlands vroegste betrekkingen met Borneo; Solo-Archipel, Cambodja, Siam en Cochin – China. Encyclopeidie Nederlands Indie, I.
Fahrurraji Asmuni, 2002, Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan, Kandangan: Toko Buku & Penerbit Sahabat.
Goh Yoon Fong, 1969, Trade and Politics in Banjarmasin 1700-1747, Thesis, London.
Groneveldt, W.P., Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, Jakarta: Komunitas Bambu.
Gunadi Kasnowihardjo, et.al, 2006, Kajian Reka Ulang Replika Keraton Banjar di Kuin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.
Hageman, J., Bijdrage tot de gescheidenis van Borneo,TBG, 1857.
Hasan Muarif Ambary, 1996, Dinamika Sejarah dan Sosialisasi Islam di Asia Tenggara Abad 11M-17M, dalam Kongres Nasional Sejarah 1996 sub tema Studi Komparatif dan Dinamika Regional, 1996, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Helius Syamsuddin, 2001, Pegustian dan Tumenggung, Akar Sosial, Politik, Etnis, dan Dinasti Perlawanan di Kalimantan Selatan dan Tengah 1859-1906, Jakarta: Balai Pustaka.
Herry Porda Nugroho Putro. 2009. Sungai di Kalimantan Selatan Dalam Perspektif Sejarah. Makalah pada Seminar Nasional Pendidikan “Kemaritiman Dalam Perspektif Historis dan Pendidikan”. FKIP Unlam. Banjarmasin. 10 November 2009.
Kedushin, Charles, 2004. Introduction to Social Network Theory. Basic Network Concepts.
Lombard, Denys, 2005, Nusa Jawa : Silang Budaya Kajian Sejarah Terpadu Bagian I : Batas-Batas Pembaratan, diterjemahkan Winarsih Partaningrat Arifin, et.al, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
--------------------, 2005, Nusa Jawa: Silang Budaya, Jaringan Asia, Jilid II, Penerjemah Winarsih Partaningrat Arifin, et.al, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mallinckrodt, 1925, Kolonial Tijddschrift.
Manguin, Y.P., dan Nurhadi, 1987, Perahu Karam di Situs Bukit Jaras, Propinsi Riau. Sebuah Laporan Sementara, dalam A.B. Lapian, 1997, Dunia Maritim Asia Tenggara, dalam Sejarah Indonesia Penilaian Kembali Karya Utama Sejarwan Asing, Depok-Jakarta: Pusat
Marko Mahin, 2004, Urang Banjar: Identitas dan Etnisitas di Kalimantan Selatan, Jurnal Kebudayaan Kandil, Edisi 6, Tahun II, Agustus-Oktober, Lembaga kajian Ke-Islaman dan Kemasyarakatan, Banjarmasin
Marwati Djoned Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, 1984, Sejarah Nasional Indonesia Jilid III, Jakarta: PN. Balai Pustaka.
M. Idwar Saleh, tt, Sedjarah Bandjarmasin, Bandung: Balai Pendidikan Guru.
M. Idwar Saleh, 1980-1981, Rumah Tradisional Banjar Rumah Bubungan Tinggi, Banjarbaru: Museum Negeri Lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan.
M. Idwar Saleh, 1983/1984, Sekilas Mengenai Daerah Banjar dan Kebudayaan Sungainya Sampai Dengan Akhir Abad – 19, Banjarbaru: Museum Negeri Lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan.
M. Idwar Saleh, 1986, Banjarmasih, Banjarmasin: Museum Negeri Lambung Mangkurat,
Miller, George, 1960, Plans and The Structure of Behavior, New York: Reinhart and Winston.
M. Laily Mansur, 1982, Kitab Ad-Durun Nafis Tinjauan Atas Suatu Ajaran Tasawuf, Banjarmasin: Hasanu.
Muhammad Syamsu As, 1999, Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya, Jakarta: Lentera.
M. Suriansyah Ideham, et.al, 2005, Urang Banjar dan Kebudayaannya, Banjarmasin: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.
Mu’jizah, 2009, Iluminasi dalam Surat-Surat Melayu Abad ke-18 dan ke-19, Surat No.41, KPG.
MZ. Arifin Anis. 2000. Banjarmasih Sebagai Bandar Perdagangan Pada Abad XVII. Vidya Karya, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan FKIP UNLAM. Banjarmasin. Tahun XVIII, No.2 , Oktober 2000.
Oemar Zainuddin, 2010, Kota Gresik 1896-1916, Sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi, Jakarta: Ruas.
Rahmadi, 2010, Jaringan Intelektual Ulama Banjar Abad XIX dan XX (Studi Tentang Proses, Pola dan Ekspansi Jaringan), Banjarmasin: Antasari Press.
Reid, Anthony, 1992, Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680, Jilid I : Tanah di Bawah Angin, Penerjemah Mochtar Pabottinggi, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Ricklefs, M.C., 1993, Sejarah Indonesia Modern, Jogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rijfer, G.F., tt, Beberapa Studi Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950, Penerjemah Tudjimah dan Yessy Augusdin, Jakarta: Bulan Bintang.
Ruddy Agusyanto. 2009. Jaringan Sosial Dalam Organisasi. Jakarta: Penerbit Rajawali Pers.
Sartono Kartodirdjo, 1987. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900, Dari Emporium Sampai Imperium, Jilid I, Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Schriecks, B. Indonesian Sociological Studies, Bab II, Ruler and Realm in Early Java.
Schwaner, dalam Helius Syamsuddin, Pegustian dan Temenggung, Akar Sosial, Politik, Etnis, dan Dinasti Perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah 1859-1906, Jakarta : Balai Pustaka.
Siti Chamamah Siti Chamamah Soeratno, 1997, Hikayat dan Syair “Penyimpan “ Data Sejarah, Suatu Tinjauan Susastra, dalam Sejarah Indonesia Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing, Depok-Jakarta: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia
Tan Ta Sen, 2010, Cheng-Ho Penyebar Islam dari China ke Nusantara, Jakarta: Kompas.
Taufik Abdullah et.al, Tesis Weber dan Islam di Indonesia, dalam Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi, Jakarta: LP3ES.
Thorn, Mayor William, 2004, Penaklukan Pulau Jawa-Pulau Jawa di abad Sembilan belas dari amatan seorang serdadu Kerajaan Inggeris, penerjemah Noviatri, Jakarta: PT. Elex Media Komputendo.
Tutung Nurdiyana, 2010. Superioritas Banjar Dalam Empat Mitos hubungan Banjar dan Dayak. (Mitos Kosmogini Datu Adam dan Datu Tihawa, Legenda Raksasa dari Langit, Matundang Kaling dan Legenda Kerajaan Kayu Tangi). Banjarmasin.
Wertheim, W.F., dalam “Religious Reform Movements in South and South East Asia” (Gerakan Pembaharuan Agama di Asia Selatan dan Asia Tenggara), Archive de Sociologie des Relegions, No. 12, 1961, Paris
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius.v2i1.2199
Article Metrics
Abstract view : 2685 timesPDF - 16488 times
Refbacks
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Has been indexed and abstracted by:





















