Pengembangan Modul IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains
Abstract
Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar guru di sekolah belum mengembangkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan modul IPA yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi suhu dan kalor berdasarkan validitas, kepraktisan, efektivitas dan ketercapaian keterampilan proses sains. Penelitian ini adalah penelitian R&D menggunakan model pengembangan ADDIE dengan subjek uji coba 29 orang siswa kelas VII-C SMP Negeri 13 Banjarmasin. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi modul, angket respon siswa, tes hasil belajar dan lembar pengamatan keterampilan proses sains. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) validitas modul IPA termasuk kategori baik (2) kepraktisan modul IPA termasuk kategori sangat baik (3) efektivitas modul IPA termasuk kategori sedang dan (4) ketercapaian keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul IPA layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran.
This research is conducted because most teachers have not yet developed teaching materials that will be used in the learning process. Therefore, the research development aimed to describe the appropriateness of science module developed by using guided inquiry learning on the temperature and heat materials based on validity, practicality, effectiveness and achievement of science process skill. This research is R&D based on the development of ADDIE with the subject were 29 students of VII-C class in SMP Negeri 13 Banjarmasin. The instrument of this research is validity’s sheet, questioner of student’s response, learning outcome test, and sheet of the science process skill observation. The results of this research showed that (1) the validity of the science module on good category (2) the practicality of the science module is included on very good category (3) the effectiveness of science module including the medium category and (4) the achievement of science process skills including the very good category. The conclusion of this research is science module is appropriate to use in the learning activity.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Akker, J. V., Bannan, B., Kelly, A. E., Nieveen, N., & Plomp, T. (2013). Educational Design Research. Netherland: Institute.
Ardi, A., Nyeneng, I. D. P., & Ertikanto, C. (2015). Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor. Jurnal Pembelajaran Fisika Unila, 3(3), 63–72.
Arifin, Z. (2014). Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik dan Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ayuningtyas, P., W., S. W., & Supardi, A. I. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika dengan Model Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Pada Materi Fluida Statis. Jurnal Penelitian Pendidikan Sains Unesa, 4(2), 636–647.
Azizah, R., Yuliati, L., & Latifah, E. (2015). Kesulitan Pemecahan Masalah Fisika Pada Siswa SMA. Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya Unesa, 5(2), 44–50.
Daryanto. (2013). Menyusun Modul Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.
Dewi, K., Sadia, I. W., & Ristiati, N. P. (2013). Pengembangan PErangkat Pembelajaran IPA Terpadu dengan Setting Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kinerja Ilmiah Siswa. E-Jurnal Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 3, 1–11.
Elnada, I. W., Mastuang. M., & Salam, A. (2016). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dengan Model Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X PMIA 3 di SMAN 3 Banjarmasin. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 4(3), 228–236.
Fitri, R., Sumarmin, R., & Advinda, L. (2015). Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang Dilengkapi Peta Konsep untuk SMA Kelas XI. Jurnal Pendidikan Biologi Kolaboratif, 2(2), 52–59.
Hake, R. R. (1998). Interactive-Engagement Versus Traditional Methods : A Six-Thousand-Student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics Courses. American Journal of Physics, 64(1), 64–74.
Hidayat, M. W., Zainuddin, Z., & Salam, A. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 4(1), 21–26.
Marisyah, M., Zainuddin, Z., & Hartini, S. (2016). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Kelas VIII B SMPN 24 Banjarmasin melalui Model Inkuiri Terbimbing. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 4(1), 52-63.
Markawi, N. (2015). Pengaruh Keterampilan Proses Sains, Penalaran dan Pemecahan Masalah Terhadap Hasil Belajar Fisika. Jurnal Formatif, 3(1), 11–25.
Mawantia, T., Fajaroh, F., & Afandy, D. (2013). Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi untuk Siswa SMK Kelas X. Jurnal Online Universitas Malang, 2(2), 1–8.
Oktari, S., Maharta, N., & Ertikanto, C. (2015). Pengembangan LKS Berbasis Inkuiri Terbimbing PAda Materi Suhu dan Kalor. Jurnal Pembelajaran Fisika Unila, 3(5), 48–57.
Oktaviana, D., Hartini, S., & Misbah, M. (2017). Pengembangan Modul Fisika Berintegerasi Kearifan Lokal Membuat Minyak Lala untuk Melatih Karakter Sanggam. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 5(3), 272–285.
Prihandono, E., Sunarno, W., & Aminah, N. S. (2015). Pengembangan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains siswa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains UNS, ISSN: 2407, 240–251.
Purwanto, M. N. (2013). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Putri, N. W. S., Sariyasa, & Ardana, I. M. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran andur Berbantuan Geogebra Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi dan Aktivitas Belajar Geometri Siswa. E-Jurnal Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 3, 1–11.
Rahayu, S. D., Prihandono, T., & Gani, A. A. (2017). Pengembangan Modul Fisika Berbasis Concept Mapping Pada Materi Elastisitas di SMA. Jurnal Pembelajaran Fisika, 6(3), 240–247.
Rahmayanti, P. R., Wati, M., & Mastuang, M. (2016). Pengembangan Modul Suhu dan Kalor Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent (SAVI) untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Banjarmasin. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 4(3), 192–200.
Ratumanan, T. G., & Laurens, T. (2003). Evaluasi Hasil Belajar yang Relevan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Surabaya: Unesa University Press.
Rochmad, R. (2012). Desain Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika. Jurnal Kreano, 3(1), 59–72.
Sutedjo, B. (2008). Pengembangan Bahan Ajar dan Media. Diakses pada tanggal 10 Maret 2017 dari http://tedjo21.file.wordpress.com/2009/09/01-model-ipa-terpadu-smp.pdf
Warso, A. W. D. D. (2014). Proses Pembelajaran dan Penilaiannya di SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK Sesuai Kurikulum 2013. Yogyakarta: Graha Cendekia.
Widoyoko, S. E. P. (2014). Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bipf.v6i2.4934
Article Metrics
Abstract view : 5788 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 6263 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by:
The journal has been listed in:
Statistics Counter
1. From August 10, 2016 to present (broken code but the stats is still working)
2. From December 28, 2018 to present (updated stats)
Berkala Ilmiah Pendidikan fisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License














