Kelayakan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berorientasi Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Tema Rambatan Gelombang Bunyi Pada Telinga
Abstract
Ketidaktersediaan perangkat pembelajaran IPA terpadu menjadikan proses pembelajaran fisika, kimia, dan biologi masih belum terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA terpadu berorientasi CTL pada tema Rambatan Gelombang Bunyi pada Telinga ditinjau dari kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini termasuk desain penelitian dan pengembangan dengan menggunakan subyek uji coba adalah 30 siswa kelas VIII B SMPN 1 Duduksampeyan Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi pakar, pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan tes hasil belajar (THB). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran IPA terpadu yang dikembangkan termasuk: (1) valid, karena komponen RPP, Bahan Ajar, LKS, dan THB dalam kategori baik; (2) praktis, karena keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga pertemuan dalam kategori baik; dan (3) efektif, karena ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 83,30%. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran IPA terpadu berorientasi CTL termasuk layak untuk membelajarkan tema Rambatan Gelombang Bunyi pada Telinga.
The unavailability of integrated science learning tools makes the learning process of physics, chemistry, and biology still not integrated with each other. Therefore, the purpose of this study is to describe the feasibility of CTL-oriented integrated science learning devices on the theme of sound waves in the ear in terms of the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This research includes research and development design by using trial subjects is 30 students of class VIII B of SMPN 1 Duduksampeyan Gresik. Data collection techniques use expert validation sheets, observations of the implementation of learning and its constraints, test of learning and outcomes. Data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of the study show that the integrated science learning tools developed includes: (1) valid, because the RPP, Teaching Materials, LKS, and THB components are in good categories; (2) practical, because the implementation of learning in all three meetings is in the good / very good category; and (3) effective, because the completeness of classical learning outcomes is 83.30%. It can be concluded that the CTL-oriented integrated science learning device is feasible to teach the theme of the propagation of sound waves of the ear.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bayyinah, R., An’nur, S., & Suriasa, S. (2014). Perbedaan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Terhadap Strategi Pembelajaran Multiple Intelligences dan Contextual Teaching Learning. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 2(3), 234–243.
Fatmasari, D., Zainuddin, Z., & Annur, S. (2013). Aplikasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 1(1), 70–81.
Firdaus, Z. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berorientasi pendekatan savi (somatic, auditory, visual, intellectual) pada tema demam berdarah untuk SMP kelas VIII. Pendidikan Sains, 2(1), 60–67.
Johnson, E. B. (2006). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasikkan dan Bermakna; Penerjemah Ibnu Setiawan. Bandung: Mizan Learning Center (MLC).
Maghfiroh, L. (2014). Penerapan Model Pembelajaran CTL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Surabaya, 2(1–11).
Masita, M. (2012). Peningkatan Aktivitas Siswa Pada Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1).
Nisa’, I. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Connected dengan Topik Peredaran Darah untuk Kelas VIII SMP. Pendidikan Sains, 1(1), 26–38.
Permendikbud. (2013). Permendikbud Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar proses pendidikan dasar dan menengah.
Riduwan, R. (2013). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfa Beta.
Sabil, H. (2011). Penerapan Pembelajaran CTL Pada Materi Ruang Dimensi Tiga Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNJA. Edumatica| Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 44–56.
Saidah, S., Jamal, M. A., & M, A. S. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bunyi untuk SMP Menggunakan Pembelajaran Kooperatif. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 3(3), 252–258.
Sugiyono, S. (2016). Metode Peneltitan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryana, F. A. A. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Materi IPA Terpadu Bunyi dan Sistem Pendengaran pada Manusia di Kelas VIII. SMPN, 1.
Trianto, T. (2007). Model pembelajaran ipa terpadu dalam teori dan praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Umami, I. R. (2015). Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching and Learnig terhadap Hasil Belajar IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2).
Wulandari, N., Sjarkawi, S., & Damris, M. (2011). Pengaruh Problem Based Learning dan Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Tekno-Pedagogi, 1(1), 14–24.
Yektyastuti, R. (2016). Penerapan Model Contextual Teaching and Learning Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Materi Gaya. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1).
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bipf.v6i3.5318
Article Metrics
Abstract view : 1937 timesPDF - 1209 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by:
The journal has been listed in:
Statistics Counter
1. From August 10, 2016 to present (broken code but the stats is still working)
2. From December 28, 2018 to present (updated stats)
Berkala Ilmiah Pendidikan fisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License














