Efficiency of Chitosan and Alum as Coagulants for Peat Water Treatment
Abstract
Penelitian ini mengkaji efisiensi dari kitosan dan tawas sebagai koagulan untuk pengolahan air gambut. Dosis dan pH optimum koagulasi ditentukan berdasarkan penurunan turbiditas dan kadar senyawa organik dalam air gambut setelah dikoagulasi dengan kitosan dan tawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum untuk kitosan sebesar 5 mg/L dan tawas sebesar 15 mg/L dengan penurunan turbiditas sebesar 81,91% dan 76,28%. Koagulasi oleh kitosan dan tawas dipengaruhi oleh pH, dimana koagulasi oleh kitosan berlangsung optimum pada pH 8 dengan penurunan turbiditas sebesar 83,36%. Untuk tawas, pH optimum koagulasi adalah pada pH 7 dengan penurunan turbiditas sebesar 88,02%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawas lebih efektif dibandingkan dengan kitosan dalam menurunkan kadar senyawa organik pada air gambut.
Full Text:
PDFReferences
Agusnar, H. 2003. Analisa Keefektifan Penggunaan Kitosan untuk Menurunkan Kadar Logam Berat. Jurnal Sains Kimia. 7(1): 7-10.
Amir, R & Isnaniawardhana, J.N. 2008. Penentuan Dosis Optimum Aluminium Sulfat dalam Pengolahan Air Sungai Cileueur Kota Ciamis dan Pemanfatan Resirkulasi Lumpur dengan Parameter pH, Warna, Kekeruhan, dan TSS. Jurnal Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung.
Anderson, E., L. Darmayanti & Rinaldi. 2013. Pengolahan Air Gambut dengan Media Filter Batu Apung. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil UNRI. 1(1): 2-5.
Bachia, M.F. 2006. Gambut: Agroekosistem dan Transformasi Karbon. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Budiman, A., C.Wahyudi., W. Irawaty & H. Hindarso. 2008. Kinerja Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dalam Penjernihan Air Sungai Kalimas Surabaya menjadi Air Bersih. Widya Teknik. 7(1): 25-34.
Budiyono & Sumardiono. 2013. Teknik Pengolahan Air. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Burgess, J., M. Meeker., J. Minton & M. O’Donohue. 2015. International Research Agency Perspectives on Potable Water Reuse. Environmental Science: Water Research & Technology. The royal Society of Chemistry. 5: 563-580.
Campbell, A. 2002. The Potential Role of Aluminium in Alzheimer’s Disease. Neprhol Dial transplant. 17(2): 17-20.
Chung, G.H., B.S. Kim., J.W. Hur & H.K. No. 1996. Physicochemical Properties of Chitin and Chitosan Prepared from Lobster Shrimp Shell. Korean Journal Food Science Technology. 28: 870-876.
Crittenden, J.C., R.R Trussell., D.W. Hand., K.J. Howe & G. Tchobanoglous. 2012. MWH’s Water Treatment: Principles and Design 3rd Edision. New Jersey: John Wiley and Sons.
Divakaran, R & V.N.S. Pillai. 2001. Flocculation of Kaolinite Suspensions In Water By Chitosan. Wat.Res. 35(1):3904-3908.
Duan, J & J. Gregory. 2003. Coagulation By Hydrolysing Metal Salts.
Ermal, A.S. 2016. Pemanfaatan Precipitated Calsium Carbonate (PCC) dari Limbah Cangkang Kerang Darah (Anadara Granosa) sebagai Adsorben Pengolahan Air Gambut. Skripsi Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Riau, Riau.
Goosen, M.F.A. 1997. Application of Chitin and Chitosan. Tecnomic Publishing Company. Inc, Pennsylvania.
Hendrawati., S. Sumarni & Nurhasni. 2015. Penggunaan Kitosan sebagai Koagulan Alami dalam Perbaikan Kualitas Air Danau. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia. 1(1): 1-11.
Herawati, A., R. Asti, B. Ismuyanto, J. Nanda & A.D.S.N. Hidayati. 2017. Pengaruh pH dan Dosis Koagulan Ekstrak Biji Kelor dalam Koagulasi Terhadap Pengurangan Kekeruhan Limbah Cair. Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan. 1(1): 25-28.
Hesami, F., B. Bina & A. Ebrahimi. 2014. The Effectiveness of Chitosan as Coagulant Aid in Turbidity Removal from Water. International Journal of Environmental Health Engineering. 2 (6): 46-51.
Howe, K.J., D.W. Hand., J.C. Crittenden., R.R. Trussell & G. Tchobanoglous. 2012. Principle of Water Treatment. John Wiley and Sons, Inc, New Jersey.
Hu, C., H. Liu., J. Qu., D. Wang & J. Ru. 2006. Coagulation Behavior of Aluminum Salts in Eutrophic Water: Significance of Al13 Species and Ph Control. Environmental science & technology. 40(1): 325-331.
Huang, C & Y. Chen. 1996. Coagulation of Colloidal Particles in Water by Chitosan. Journal Chem. Tech. Biotechnol. 66:221-232.
Ismirantie, R., Atmono & T.T. Praja. 2018. Perbandingan Kitosan dari Limbah Udang Windu dan Kitosan Murni Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Gali. Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains. 2 (2): 103-110.
Jana, S., A. Saha., A.K. Nayak., K.K. Sen & S.K. Basu. 2013. Aceclofenac-loaded Chitosan-tamarind Seed Polysaccharide Interpenetrating Polymeric Network Microparticles. Colloids and Surfaces B: Biointerfaces. 105(1): 303–309.
Kalsum, S.U & Indro. 2020. Pemanfaatan Limbah Udang (Kitosan) sebagai Koagulan Alami dalam Penurunan Parameter Air Gambut. Jurnal Daur Lingkungan Hidup. 3(1): 1-4.
Kawamura, S. 1991. Integrated Design of Water Treatment Facilities. John Wiley & Sons, Inc, USA.
Kusnaedi. 2006. Mengolah Air Gambut dan Air Kotor untuk Air Minum. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kusnaidi. 2010. Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Jakarta: Swadaya.
Larry, D.B., F.J. Joseph & L.W. Barron. 1982. Process Chemistry for Water and Wastewater Treatment.
Majjid, S.Z & Dernengsih. 2018. Pemanfaatan Kitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Koagulan Penjernih Air. Chemical Process Engineering. 3(1): 27-32.
Manurung, M. 2011. Potensi Kitin/Kitosan dari Kulit Udang sebagai Biokoagulan Penjernih Air. Jurnal Kimia. 5(2): 182-188.
Meicahayanti, I., Marwah & Y. Setiawan. 2018. Efektivitas Kitosan Limbah Kulit Udang dan Alum sebagai Koagulan dalam Penurunan TSS Limbah Cair Tekstil. Jurnal Chemurgy. 2(1): 1-5.
Mu’minah. 2008. Aplikasi Kitosan Sebagai Koagulan untuk Penjernihan Air Keruh. Tesis Program Studi Kimia, FMIPA ITB.
Nastiti, Y., Y. Syarfi & H. Syamsu. 2015. Penyisihan Warna, Zat Organik dan Kekeruhan pada Air Gambut dengan Kombinasi Proses Koagulasi-Flokulasi Menggunakan Koagulan Aluminium Sulfat (AL2(SO4)) dan Membran Ultrafiltrasi. JOM FTEKNIK Unri. 2(2):1-7.
Ozacar, M., & I.A. Sengil. 2003. Evaluation of Tannin as a Coagulant Aid for Coagulation of Colloidal Particles, Colloid and Surfaces A. Physicochem Eng. Aspects. 229: 85 – 96.
Pahlevi, M.R. 2009. Analisis Kadar (Fe) dan Mangan dari Air Gambut Setelah Dijernihkan dengan Penambahan Tulang Ayam. Medan : Pascasarjana – Universitas Sumatera Utara (USU).
Prayudi, T. 2001. Pengaruh Ukuran Partikel Kitosan pada Proses Degradasi Limbah Cair Tektil. Jurnal Teknologi Lingkungan. 2(3):296-299.
Prihatinningtyas, E., & A.J. Effendi. 2013. Aplikasi Koagulan Alami dari Biji Jagung dalam Pengolahan Air Bersih. Jurnal Tekno Sains. 2(2): 93-95.
Pontius, F.W. 2016. Chitosan as a Drinking Water Treatment Coagulant. American Journal of Civil Engineering. 4: 205-215.
Rathke, T.D & S.M. Hudson. 1994. Review of Chitin and Chitosan as Fiber and Film Formers. Macromol Chem Phys. 34(3): 375-473.
Rao, L.N. 2015. Coagulation and Flocculation of Industrial Wastewater by Chitosan. International Journal of Engineering and Applied Sciences. 2: 50-52.
Rehansyah, M.A., H.S. Edward & S. Elystia. 2017. Penyisihan Zat Organik dan Warna pada Air Gambut dengan Koagulan Alami Campuran (Biji Jagung, Biji Kelor dan Biji Semangka). Jom FTEKNIK. 4(2): 1-9.
Renault, F., B. Sancey., P.M. Badot & G. Crini. 2009. Chitosan for coagulation/flocculation processes – An eco-friendly approach. European Polymer. Journal. 45: 1337-1348.
Rumapea, N. 2009. Penggunaan Kitosan dan Polyalumunium Chlorida (PAC) untuk Menurunkan Kadar Logam Besi (Fe) dan Seng (Zn) dalam Air Gambut. [Tesis]. Universitas Sumatera Utara.
Sinardi., P. Suwondo & Suprihanto. 2013. Pembuatan, Karakterisasi dan Aplikasi Kitosan dari Cangkang Kerang Hijau (Mytulus Virdis Linneaus) sebagai Koagulan Penjernih Air. Teknik Sipil UNS. 2: 5-10.
Soekardi, M & A. Hidayat. 1988. Extent and Distribution of Peat Soils of Indonesia. Dalam paper presented at Third Meeting of the Cooperative Research on Problem Soils.
Suherman, D & N. Sumawijaya. 2013. Menghilangkan Warna dan Zat Organik Air Gambut dengan Metode Koagulasi-flokulasi Suasana Basa. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. 23(2): 127-139.
Suprihanto. 1994. Pengolahan Air Gambut Kajian Terhadap Studi Labolatorium. Teknik Lingkungan ITB. Bandung.
Suptijah, P., W. Zahiruddin & D. Firdaus. 2008. Pemurnian air sumur dengan kitosan melalui tahapan koagulasi dan filtrasi. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 11(1): 65-72.
Sutrisno, Muhdarina & T.A. Amri. 2014. Pengolahan Air Gambut dengan Koagulasi Cair Hasil Ekstraksi Lempung Alam Desa Cengar Menggunakan H2SO4. JOM FMIPA UNRI. 1(2):13-20.
Trimaily, D., Nofrizal & E. Maryanti. 2017. Efektivitas Penggunaan Tawas dan Tanah Lempung pada Pengolahan Air Gambut menjadi Air Bersih. Dinamika Lingkungan Indonesia. 4(1): 39-52.
Wasisto, S. 1980. Laporan Penelitian Sumber Air Minum dan Cara Pembuangan Kotoran di Daerah Pasang Surut Rantau Rasau Jambi. Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan. Badan Litbangkes Depkes RI. Jakarta.
Weiner, R.F & Matthews, R.A. 2003. Enviromental Engineering, Fourth Edision. Elsevier Science, USA.
Yang, Z., B. Gao & Q. Yue. 2010. Coagulation Performance and Residual Aluminium Speciation of Al2(SO4)3 and Polyaluminium Chloride (PAC) in Yellow River Water Treatment. Chemical Engineering Journal. 165: 122-132.
Zadow, R. 2009. The Real Dirth On Humic Subtances. Maximum Yield. 40-44.
Zeijang, 2008.The physical and chemical property of Aluminum sulfat. http://www.chemnet.com/cas/id/10043-013/Aluminumsulfate. html. (Diakses pada tanggal 9 Maret 2021)
Zemmouria, H., S. Kadouche., H. Lounici., M. Hadioui & N. Mameri. 2011. Use of Chitosan in Coagulation Flocculation of Raw Water of Jeddara and Beni Amrene Dams. Water Supply. 11(2): 202-21.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jstk.v20i1.25697
Article Metrics
Abstract view : 48 timesPDF - 83 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru 70714, Indonesia
Email: [email protected]
ISSN: 1411-1616 E-ISSN: 2549-8215
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License .





