Green School Module: The practicality test in scientific performance skills training for junior high school students
Abstract
This development research aims to describe the green school module on the scientific performance skills of junior high school students. The stages of development include self-evaluation, expert test, individual test, small group test, field test. The research subjects were five students for the response test and three observers for the green school module implementation test for the scientific performance skills of junior high school students. The type of data is descriptive data, using the instrument implementation of the module and student responses are used for the practicality of the content and the practicality of expectations. Technical data analysis was carried out in accordance with the objectives of the research which included the practicality of the module. The results showed that the module that had been developed was stated to be very practical based on the individual test. This module was stated to be very good with an average of 89.10%. The module is declared practical because the results of student responses with an average value of 88.34% with very good criteria, the results of the implementation of the module with an average value of 88.10% with criteria strongly agree. Based on this, the developed module is very practical to use and makes it easier for students to learn.
Abstrak
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan modul sekolah hijau pada keterampilan unjuk kerja ilmiah siswa SMP. Tahapan pengembangan meliputi evaluasi diri, uji ahli, uji individu, uji kelompok kecil, uji lapangan. Subjek penelitian ini adalah lima siswa untuk tes respon dan tiga orang pengamat untuk tes implementasi modul sekolah hijau untuk keterampilan unjuk kerja ilmiah siswa SMP. Jenis datanya adalah data deskriptif, dengan menggunakan instrumen implementasi modul dan respon siswa digunakan untuk kepraktisan isi dan kepraktisan harapan. Teknis analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang meliputi kepraktisan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan tes individu. Modul ini dinyatakan sangat baik dengan rata-rata 89,10%. Modul dinyatakan praktis karena hasil respon siswa dengan nilai rata-rata 88,34% dengan kriteria sangat baik, hasil implementasi modul dengan nilai rata-rata 88,10% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut, modul yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan siswa untuk belajar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akbar, M. (2014). Profil kemampuan siswa dalam membuat hipotesis melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, (4)2, 231-244.
Depdiknas. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Dharmono, D., Mahrudin, M., & Riefani, M. K. (2019). Kepraktisan handout struktur populasi tumbuhan rawa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 2(1), 105-110.
Harahap, M. S., & Fauzi, R. (2017). Pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis web. Jurnal Education and development, 4(5), 13-13.
Hervianto, C. P, (2018). Pengembangan buku ajar dengan pendekatan brain-based learning disertai permainan ular tangga dan question card pada materi sistem pernapasan manusia untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA di SMP. (Doctoral dissertation, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Irwandi, I., & Fajeriadi, H. (2019). Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa SMA di kawasan pesisir, Kalimantan Selatan. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 1(2), 66-73.
Khairoh, L., Rusilowati, A., dan Nurhayati, S. (2014). Pengembangan buku cerita IPA terpadu bermuatan pendidikan karakter peduli lingkungan pada tema pencemaran lingkungan. Unnes Science Education Journal, 3(2), 201-254.
Khayati, F. (2015). Pengembangan modul matematika untuk pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) pada materi pokok persamaan garis lurus kelas VIII SMP (Doctoral dissertation, Universitas Sebelas Maret).
Mulyati, Y. (2002). Pokok-pokok pikiran tentang penulisan modul bahan ajar dan diklat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Muqsith, M. K. A. (2021). Efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan media whatsapp dan google classroom terhadap hasil belajar qur’an hadis. (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).
Nasution, U. F. (2016). Pengaruh metode pembelajaran terhadap motivasi belajar (studi terhadap hasil belajar Alquran siswa pada kelas VII di MTsN 1 Medan). (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Nieveen, N. (1999). Prototyping to reach product quality. In Design approaches and tools in education and training (pp. 125-135). Springer, Dordrecht.
Nurul, L. (2021). Pengaruh model pembelajaran Novick berbantu modul berbasis PQ4R terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung).
Putra, N. H. M. S., Dharmono, D., & Mahrudin, M. (2021). Contents practicality of the popular ethnobotany scientific book of Gliricidia maculata in the Tamiang Hill Forest Area, Tanah Laut Regency. BIO-INOVED: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan, 3(1), 1-5.
Putri, A. I., Dharmono, D., & Zaini, M. (2020). Validitas buku ilmiah populer keanekaragaman spesies family fabaceae dalam meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 11(2), 186-195.
Rosadi, I. (2018). Desain lembar kerja praktikum titrasi asam basa berbasis keterampilan generik sains pengamatan, kesadaran akan skala dan inferensi logika siswa (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).
Supardi, S., & Setiahati, I. P. (2020). Identifikasi kebutuhan dalam proses competitive intelligence (CI) pada lembaga pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 27(1), 59-75.
Tessmer, M. (1998). Planning and conduction formative evaluations, improving the quality of education and training. London: Kogan Page.
Triani, L., Wahyuni, S., Purwanti, E., Hudha, A. M., Fatmawati, D., & Husamah, H. (2018). Pembelajaran I-CARE berbantuan praktikum: Peningkatan problem-solving skills dan hasil belajar siswa pada materi jaringan hewan. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 4(2), 158-168.
Trihastuti, I., Sundaygara, C., & Pratiwi, H. Y. (2019). Dampak penerapan model problem based learning (PbL) terhadap penguasaan konsep dan kerja ilmiah siswa SMP pada materi tekanan zat cair. RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains & Teknologi, 1(2), 73-81.
Yerimadesi, Y., Putra, A., & Ririanti, R. (2017). Efektivitas penggunaan modul larutan penyangga berbasis discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIA SMAN 7 Padang. Jurnal Eksakta Pendidikan (JEP), 1(1), 17-23.
Yunus, M., & Mitrohardjono, M. (2019). Pengembangan program peduli lingkungan hidup (Green school) pada SMP Islam Plus Baitul Maal. Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 95-102.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bino.v4i1.12241
Article Metrics
Abstract view : 437 timesPDF - 318 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Managed by: |
Journal License: |
.png)








.png)
















