The Validity of Biology Module for Senior High School on Grade X in Even Semester Based on Critical Thinking Skills

Nor Aqidatul Husna, Muhammad Zaini, Atiek Winarti

Abstract


Biology learning in schools still experiences several problems. The learning process carried out has not optimally fulfilled the demands of the Education Curriculum, including in helping students to have critical thinking skills. Critical thinking skills can be optimized by developing learning modules. This study aims to obtain a valid biology module based on critical thinking skills for SMA/MA students. The module development method uses Tessmer's research and development design model that focuses on formative evaluation. The module developed refers to six kinds of critical thinking skills according to Facione, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Data obtained from the validity test by three validators. The percentage of expert validation data was then categorized. Data analysis used the descriptive technique.  The biology learning module based on critical thinking skills that were developed as a whole obtained very valid criteria.

Abstrak

Pembelajaran Biologi di sekolah masih mengalami beberapa permasalahan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan belum secara optimal memenuhi tuntutan Kurikulum Pendidikan, diantaranya dalam membantu peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis dapat dioptimalkan dengan mengembangkan modul pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan modul biologi yang berbasis keterampilan berpikir kritis pada peserta didik SMA/MA yang valid. Metode pengembangan modul menggunakan model desain penelitian pengembangan dari Tessmer yang fokus pada evaluasi formatif. Modul yang dikembangkan mengacu pada enam macam keterampilan berpikir kritis menurut Facione, meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Data diperoleh dari uji validitas oleh tiga validator. Persentase data validasi ahli kemudian dikategorisasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kategorisasi. Modul pembelajaran biologi berbasis keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat valid.

Keywords


Validity; Module Biology; Critical Thinking Skills

Full Text:

PDF

References


Afriadi, R., Lufri, L., and Razak, A. (2013). Pengembangan Modul Biologi Bermuatan Pendidkan Karakter Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI SMA. Kolaboratif, 1(2), 19-30.

Amelia, T. (2019). Pengaruh Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas XI pada Mata Pelajaran Biologi di MAN 2 Bandar Lampung. Doctoral Dissertation, UIN Raden Intan Lampung.

Anderson, L.W and David, R.K., (2000). Taxonomy of Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Allyn & Bacon.

Artama, T., Suhardianto, A. and Yuliatmoko, W., (2009). Kajian Kualitas terhadap Buku Materi Pokok Pengetahuan Bahan Pangan Hewani-Universitas Terbuka. Jurnal pendidikan terbuka dan jarak jauh, 10(2), 73-83.

Daryanto. (2013). Menyusun Modul Bahan Ajar Untuk Persiapan Guru Dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Falah, F., & Isnawati. (2019). Feasibility Of The Fungi Material Book As A Learning Source Of High School Students Based On Validity Result. BioEdu, 8(1), 10–15.

Hernawan, A. H., Permasih, H., & Dewi, L. (2012). Pengembangan Bahan Ajar. Direktorat UPI, Bandung.

Hosnan. 2014. Pendekatan saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Istiningrum, R., Amin, M. and Lestari, U., (2016). Pengembangan Buku Ajar Biologi Sel Berbasis Bioinformatika. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(9), 1693-1699.

Jatnika, W. (2007). Tingkat Keterbacaan Wacana Sains dengan Teknik Klos. Jurnal Sosioteknologi Ediri 10, 196-200.

Kartika, A.D., Zubaidah, S. and Kuswantoro, H., (2020). Pengembangan Modul Biologi Berbasis Problem Based Learning Peserta didik SMK Pertanian pada Materi Pewarisan Sifat. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(6), 860-869.

Kemendikbud, L. (2013). Kurikulum 2013: Pergeseran paradigma belajar abad-21. Jakarta, Juni.

Khasanah, A. N., Widoretno, S., and Sajidan, S. (2017). Effectiveness of Critical Thinking Indicator-Based Module in Empowering Student's Learning Outcome in Respiratory System Study Material. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1), 187-195

Khoirudin, M., 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Biologi Berbasis Scientific Approach Terintegrasi Nilai Keislaman Pada Materi Interaksi Antar Makhluk Hidup Dengan Lingkungan. IJIS Edu: Indonesian Journal of Integrated Science Education, 1(1), 33-42.

Kurniawati, I. 2012. Modul Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi Pendidikan Kemdikbud

Nugrahani, R., (2007). Media Pembelajaran Berbasis Visual Berbentuk Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Lembaran Ilmu Kependidikan, 36(1), 35-44.

Nurdiyansyah, N. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Modul Ilmu Pengetahuan Alambagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8, Pub. L. No. 16 (2016). Buku yang digunakan dalam Satuan Pendidikan. Jakarta, Maret

Prabowo, C. A., Ibrohim, I., and Saptasari, M. (2016). Pengembangan modul pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium virtual. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(6), 1090-1097.

Prastowo, A. (2012). Pengembangan Sumber Belajar.Yogyakarta: Pedagogia.

Pratiwi, H. E., Suwono, H., and Handayani, N. (2014). Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Hybrid Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas XI. Biologi,(Online)(http://jurnal-online.ac.id/data/artikel/artikel) pdf, diakses 28 Februari 2017

Purnomo, D., Indrowati, M. and Karyanto, P., (2013). Pengaruh Penggunaan Modul Hasil Penelitian Pencemaran di Sungai Pepe Surakarta sebagai Sumber Belajar Biologi Pokok Bahasan Pencemaran Lingkungan terhadap Hasil Belajar Peserta didik. Pendidikan Biologi, 5(1), 59-69.

Putra, R. D., Rinanto, Y., Dwiastuti, S., and Irfa’i, I. (2016). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta didik melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Peserta didik Kelas XI MIA 1 SMA Negeri Colomadu Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 13, No. 1, pp. 330-334).

Ramadhan, F., Soendjoto, M. A., & Dharmono. (2019). Keanekaragaman Lepidoptera di Hutan Mangrof. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi.

Sadirman. (2010). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sari, R.T (2017). Uji Validitas Modul Pembelejaran Biologi Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Melalui Pendekatan Kontruktivisme Untuk Kelas IX SMP. Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains, 6(1), 22-26.

Setiawati, E., Rahayu, H.M. and Setiadi, A.E., (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Modul pada Materi Animalia Kelas X SMAN 1 Pontianak. Jurnal Bioeducation, 4(1), 47-57.

Sudarisman, S. (2015). Memahami hakikat dan karakteristik pembelajaran biologi dalam upaya menjawab tantangan abad 21 serta optimalisasi implementasi kurikulum 2013. Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 2(1), 29-35.

Sumarni, W., Supardi, K.I., and Widiarti, N. (2018). Development of Assessment Instruments to Measure Critical Thinking Skills. The 12th Joint Conference on Chemistry, IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering. Vol 12, pp. 1-11.

Suyitno, I. (2007). Pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar. Wacana, 9(1), 62-78.

Titin, T., (2016). Penyusunan perangkat pembelajaran pada materi ruang lingkup biologi kelas X SMA. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 7(1), 45-56.

Tremblay, K., Lalancette, D., & Roseveare, D. (2012). Assessment of Higher Education Learning Outcomes: Feasibility Study Report, Volume 1–Design and Implementation. Organization for Economic Co-operation and Development, Paris, France.

Widyaningrum, R., Sarwanto, S. and Karyanto, P., (2013). Pengembangan Modul Berorientasi Poe (Predict, Observe, Explain) Berwawasan Lingkungan Padamateri Pencemaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 6(1), 100-117.

Yazid, K. (2016). Validitas Buku Saku Materi Ekologi Untuk Peserta didik Kelas X SMA. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 5(3), 390-396.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bino.v3i1.9918

Article Metrics

Abstract view : 510 times
PDF - 432 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

BIO-INOVED Journal has been Accredited:

 

BIO-INOVED Journal has been Indexed/Abstracted/Listed by:

 

 

Managed by:

MASTER PROGRAM OF BIOLOGY EDUCATION
POSTGRADUATE PROGRAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kampus ULM, Gedung Pascasarjana Lt.2, Kota Banjarmasin,
Kecamatan Banjarmasin Utara, Kode Pos 70123, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia

 

Collaborate with:

 

Journal License:


BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan is licensed under a 
Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License