Karakterisasi Instrumen Tes Keterampilan Bepikir Kreatif Berdasarkan Analisis Partial Credit Model

Ahmad Zulkarnain Zain, Taufik Ramlan Ramalis, Muslim Muslim

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi dan mengarakterisasi instrumen tes Keterampilan Berpikir Kreatif (KBK) menggunakan Teori Respon Butir (TRB) yakni dengan Partial Credit Model (PCM). Metode yang digunakan adalah mixed method menggunakan exploratory sequential design. Pada proses konstruksi dihasilkan instrumen tes uraian yang mengukur aspek fluency, flexibility, originality dan elaboration. Hasil validasi isi menunjukkan 83,3% soal dikatakan sangat valid dan 16,7% valid. Hasil analisis dengan PCM menunjukkan bahwa seluruh butir soal valid. Pada uji reliabilitas, instrumen tes KBK memiliki nilai puncak fungsi informasi sebesar 6,7938 dan SEM  (Standard Error of Measurement) sebesar 0,3837 dengan perpotongan antara kurva menunjukkan instrumen bersifat reliabel. Dari hasil analisis tingkat kesukaran diperoleh butir soal 1-6 memiliki rentang kesulitan mudah-sedang. Seluruh butir soal memiliki nilai daya beda 1 yang artinya dalam kategori baik sekali. Berdasarkan hasil validasi ahli dan karakteristik tes, seluruh butir soal dalam instrumen tes layak digunakan. Instrumen Tes KBK dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif dalam materi alat optik untuk siswa SMA.

 

This research aims to construct and characterize the Creative Thinking test instrument using Item Response Theory, namely the Partial Credit Model (PCM). The method used is a mixed-method using an exploratory sequential design. In the construction process, a description test instrument is produced that measures the aspects of fluency, flexibility, originality and elaboration. The results of content validation show that 83.3% of the questions are said to be very valid, and 16.7% are valid. The results of the analysis with PCM show that all items are valid. In the reliability test, the KBK test instrument has a peak value of the information function of 6.7938 and SEM (Standard Error of Measurement) of 0.3837 with the intersection between the two curves in the range -1.8 to 1.3 so that the question is reliable. From the analysis results of the level of difficulty, items 1-6 have an easy-medium difficulty range. All items have a different power value of 1 which means they are in the very good category. Based on the results of expert validation and test characteristics, all items in the test instrument are suitable for use.

 


Keywords


Analisis PCM; Karakterisasi Instrumen Tes; Teori Respon Butir

Full Text:

PDF

References


Arikunto. (2015). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.

Armandita, P., Wijayanto, E., Rofiatus, L., & Susanti, A. (2017). Analisis kemampuan berpikir kreatif pembelajaran fisika di kelas xj mia 3 sma negeri 11 kota jambi. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 10(2), 129–135.

Chairani, Y., & Hufri. (2020). Analisis validitas dan praktikalitas modul fisika berbabis kemampuan berpikir kreatif pada pokok bahasan suhu, kalor dan teori kinetik gas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pillar of Physics Education, 13(3), 379–386.

Cresswell, J. ., & Clark, V. . P. (2011). designing and conducting mixed methods research (2nd ed.). Sage Publication.

Fatimah, L. U. (2019). Analisis kesukaran soal, daya pembeda dan fungsi distraktor. Jurnal Komunikasi Dan Pendidikan Islam, 8(2), 37–64.

Fitrianawati, M. (2017). Peran analisis butir soal guna meningkatkan kualitas butir soal, kompetensi guru dan hasil belajar peserta didik. Seminar Nasional Pendidikan PGSD UMS & HDPGSDI Wilayah Jawa.

Hambleton, R. K., & Swaminathan, H. (1988). Item Response Theory. Springer. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-94-017-1988-9

Istiyono, E., Mardapi, D., & Suparno, S. (2014). Pengembangan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (pysthots) peserta didik sma. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 18(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/pep.v18i1.2120

Mahanal, S., & Zubaidah, S. (2017). Model pembelajaran ricosre yang berpotensi memberdayakan keterampilan berpikir kreatif. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(5), 676–685. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/9180

Moma, L. (2015). Pengembangan instrumen kemampuan berpikir kreatif matematis untuk siswa smp. Delta-Pi:Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 4(1).

Mulyani, S., Efendi, R., & Ramalis, T. R. (2021). Karakterisasi tes keterampilan pemecahan masalah fisika berdasarkan teori respon butir. JURNAL Pendidikan Dan …, 01(01). https://journal.uniga.ac.id/index.php/jpif/article/view/1006%0Ahttp://files/176/Mulyani et al. - 2021 - Karakterisasi Tes Keterampilan Pemecahan Masalah F.pdf

Muslim, Suhandi, A., & Nugraha, M. G. (2017). Development of Reasoning Test Instruments Based on TIMSS Framework for Measuring Reasoning ability of senior high school student on the physics concept. Journal of Physics: Conf. Series, 012108(812). https://doi.org/10.1088/1742-6596/812/1/012108.

Novianti, W. M., Ramalis, T. R., & Purwanto. (2020). Karakteristik tes keterampilan berpikir kreatif berdasarkan analisis model item response theory. WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika), 5(2), 68–79.

Pratiwi, P. A. D. (2014). Penerapan levels of inquiry untuk meningkatkan achievement siswa smp pada pokok bahasan optik. Universitas Pendidikan Indonesia.

Purwatia, N. K. R., & Sumandya, I. W. (2019). Penerapan partial credit model (pcm) dalam mengevaluasi tes uraian. EMASAINS, VIII(1), 77–85.

Putri, R., Sari, R., Jumadi, J., & Ariswan, A. (2020). Pengembangan dan validasi instrumen tes untuk mengukur keterampilan menyelesaikan masalah peserta didik sma pada pelajaran fisika. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 11(1), 17–26. https://doi.org/10.26877/jp2f.v11i1.3993

Redhana, I. W. (2015). Pengembangan tes keterampilan berpikir kreatif. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 48(1–3), 27–34. https://doi.org/10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6915

Retnawati, H. (2016). Analisis kuantitatif instrumen penelitian. Parama Publishing. www.nuhamedika.gu.ma

Safarudin, Anisa, & AF, M. S. (2012). partial credit model ( PCM ) dalam penskoran politomi pada teori respon butir. Jurnal Matematika, Statistika, & Komputasi, 9(1), 39–48.

Sarea, M. S., & Ruslan, R. (2019). Karakteristik butir soal : Classical test theory vs item response theory? Didaktika Jurnal Kependidikan, 13(1), 68–70.

Solichin, M. (2017). Analisis daya beda soal, taraf kesukaran, validitas butir tes, interpretasi hasil tes dan validitas ramalan dalam evaluasi pendidikan. Dirāsāt: Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam, 2(2), 192–213. www.depdiknas.go.id/evaluasi-proses-

Sudaryono. (2011). Implementasi teori responsi butir (item response theory) pada penilaian hasil belajar akhir di sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17(6), 719. https://doi.org/10.24832/jpnk.v17i6.62

Susanto, H., Rinaldi, A., & Novalia. (2015). Analisis validitas reabilitas tingkat kesukaran dan daya beda pada butir soal ujian akhir semester ganjil mata pelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 203–217.

Yani, A., Asri, A. F., & Burhan, A. (2014). Analisis tingkat kesukaran, daya pembeda dan fungsi distraktor soal ujian semester ganjil mata pelajaran produktif di smk negeri 1 indralaya utara tahun pelajaran 2012/2013. FKIP Universitas Sriwijaya, 1(2), 98–115




DOI: https://doi.org/10.20527/jipf.v6i1.4806

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:


Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika is licensed under a creative commons attribution-share alike 4.0 international license

Statistics Counter 

View My Stats