Development of ANIKOR Learning Media (Animated Coordination System) Biology for Grade XI SMA/MA
Abstract
Research and development of ANIKOR learning media (Coordination System Animation) aims to determine the feasibility of ANIKOR learning media developed on the coordination system material on the SMA/MA grade XI class. This development research using the Thiagarajan model until the third stage which consists of define (define), design (planning), and develop (development). Data analysis used quantitative and qualitative analysis techniques, while the instruments used were validation questionnaires, readability and response questionnaires. The results of the feasibility test carried out by material experts were stated in the very feasible category, namely 95.44%, media experts in the appropriate category, 78.73%, IT experts in the very feasible category, 92.38%, and language experts in the very feasible category, 85. 56%. The readability test of six students obtained 82.22% very feasible category. The results of the response test to the three biology teachers obtained 89.80% very feasible category. Response test to 33 students obtained 82.02% very feasible category. Therefore, ANIKOR learning media is suitable for use in the learning process because it can train students in formulating material conclusions based on their understanding.
Abstrak
Penelitian dan pengembangan media pembelajaran ANIKOR (Animasi Sistem Koordinasi) bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran ANIKOR yang dikembangkan pada materi sistem koordinasi kelas XI SMA/MA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Thiagarajan sampai tahap ketiga yang terdiri dari define (pendefisien), design (perencanaan), dan develop (pengembangan). Analisis data menggunakan teknik analisis kuantitaif dan kualitatif, sedangkan instrumen yang digunakan yakni angket validasi, keterbacaan dan angket respon. Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh para ahli materi dinyatakan dalam kategori sangat layak yaitu 95,44%, ahli media kategori layak yaitu 78,73%, ahli IT kategori sangat layak yaitu 92,38%, dan ahli bahasa kategori sangat layak yaitu 85,56%. Uji keterbacaan terhadap enam siswa diperoleh 82.22% kategori sangat layak. Hasil uji respon terhadap tiga guru biologi diperoleh 89.80% kategori sangat layak. Uji respon terhadap 33 siswa diperoleh 82.02% kategori sangat layak. Oleh karena itu, media pembelajaran ANIKOR layak digunakan dalam proses pembelajaran karena dapat melatih siswa dalam merumuskan kesimpulan materi berdasarkan pemahamannya.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustien, R., Umamah, N., & Sumarno, S. (2018). Pengembangan media pembelajaran video animasi dua dimensi situs Pekauman di Bondowoso dengan model ADDIE mata pelajaran Sejarah kelas X IPS. Jurnal edukasi, 5(1), 19-23.
Arafah, Z. U. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Video Interaktif Berbasis Problem Solving Guna Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Gerak Parabola. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Ariningtyas, A., Wardani, S., & Mahatmanti, W. (2017). Efektivitas lembar kerja siswa bermuatan etnosains materi hidrolisis garam untuk meningkatkan literasi sains siswa sma. Journal of Innovative Science Education, 6(2), 186-196.
Astutik, A. P., Untari, R. S., & Putri, A. M. (2021). Penggunaan Media Animasi “Muroja’ah for Kids” untuk Meningkatkan Hafalan Anak. Community Empowerment, 6(4), 682-687.
BNSP. (2014). Intrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Tahun 2014. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Fakhri, M. I., Bektiarso, S., & Supeno, S. (2018). Penggunaan Media Pembelajaran Animasi Berbantuan Macromedia Flash Pada Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Momentum, Impuls, Dan Tumbukan Kelas X Sma. Jurnal Pembelajaran Fisika, 7(3), 271-277.
Khaeruman, K., Ahmadi, A., & Rehanun, R. (2015). Pengembangan Media Animasi Interaktif Pada Materi Laju Reaksi. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 3(1), 267-273.
Lukitaningrum, Hesti. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web pada Materi Basis Data di Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Mulyasa. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurmaningsih, N., Jekti, D. S. D., & Jamaluddin, J. (2013). Pengembangan Media Animasi Biologi dan Efektivitasnya Terhadap Peningkatan Minat serta Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 7 Mataram. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 1(1), 91-100.
Redhana, I. W. (2019). Mengembangkan Keterampilan Abad Ke-21 dalam Pembelajaran Kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1), 2239-2253.
Safitri, I., Pasaribu, R., Simamora, S. S., & Lubis, K. (2019). The effectiveness of android application as a student aid tool in understanding physics project assignments. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(4), 512-520.
Sari, S. L., Widyanto, A. W., & Kamal, S. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi dalam Smartphone pada Materi Sistem Kekebalan Tubuh Manusia untuk Siswa Kelas XI di SMA Negeri 5 Banda Aceh. In Prosiding Biotik (Vol. 5, No. 1, pp. 476-485). Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Wahyuni, I., Tatang S., & Bambang E. (2019). Pengembangan Lks Digital Berbasis Android Berdasarkan Keanekaragaman Gastropoda Di Hutan Mangrove Pulau Tunda Banten. Biodidaktika, Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 14(2), 45-57.
Wahyuningtyas, R., & Sulasmono, B. S. (2020). Pentingnya Media dalam Pembelajaran Guna Membangkitkan Hasil Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Edukatif. 2(1), 23-27.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/bino.v3i3.10839
Article Metrics
Abstract view : 36481 timesPDF - 662 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Managed by: |
Journal License: |
.png)








.png)
















